Punya 12 Beban Kerja, Bagian Ortala Butuh Anggaran Lebih Besar

112
Julian Muda
Julian Muda Parsah | Foto: Rahman Jasin/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setda Kepahiang memerlukan anggaran yang besar. Pasalnya, bagian ini memiliki beban kerja cukup berat. Demikian diungkapkan Kepala Bagian Ortala, Julian Muda Parsah beberapa waktu lalu kepada Progres Kepahiang.

“Ortala selama ini dipandang sebelah mata, padahal tupoksi di Ortala ini cukup banyak dan berat. Beban yang berat itu tak diimbangi dengan anggaran yang memadai,” kata Julian.

Dikatakannya, ada 12 wewenang dan tupoksi Bagian Ortala Setda Kepahiang yang jarang diketahui banyak orang. 12 tupoksi itu yakni, penataan Tata Naskah Dinas (TND), penyusunan pedoman dan juknis budaya kerja serta penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) OPD, penyusunan sasaran kerja instansi pemerintah (Sakip) dan laporan kinerja instansi pemerintah (Lakip), penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), penyusunan Standar Kompetensi Jabatan (SKJ), penyusunan Analisa Beban Kerja (ABK), penyusunan analisa jabatan (Anjab), penyusunan evaluasi jabatan (Enjab), penajaman tugas dan fungsi, penataan pakaian dinas Pemda, dan yang terakhir yakni bimbingan dan pengawasan umum reformasi birokrasi Pemda.

Baca:

“Ada 12 tupoksi di Ortala. Jadi, wajar kalau Ortala juga harus diprioritaskan juga anggarannya. Setidaknya sudah harus dilakukan di APBD 2018, karena kita perlu reformasi birokrasi,” terangnya.

Dibanding Bagian Ortala Pemkab Rejang Lebong dan Pemkab Lebong, anggaran Bagian Ortala di Kepaiang jauh lebih kecil.

“Kalau dibanding dengan kabupaten tetangga seperti RL dan Lebong misalnya, anggaran Ortala di Kepahiang jauh lebih kecil,” ungkapnya.(pid)



Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY