Dewan Pangkas Defisit RAPBD-P 2017 Rp 16 Miliar

117
Andrian Waka I
Andrian Defandra, SE

Jumat, Target Sudah Ketuk Palu

PROGRESKEPAHIANG.com – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepahiang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemkab Kepahiang, ngebut membahas RAPBD-P 2017.

Pembahasan berlangsung alot, Rabu (27/9/2017). Karena, hasil pembahasan RAPBD-2017 ini ditarget selesai dan siap ketok palu pada Jumat (29/9/2017).

“Kita berusaha memangkas depisit anggaran hingga Rp 0. Jadi, dari total RAPBD-P 2017 yang disampaikan eksekutif senilai Rp 39 miliar kita pangkas defisitnya senilai Rp 16 miliar. Dari Rp 39 miliar itu ada Rp 13 miliar diantaranya dana hibah pusat untuk BPBD senilai Rp 13 miliar. Jadi, RAPBD-P murni hanya Rp 26 miliar. Nah dari 26 miliar itu kita kurangi defisitnya senilai Rp 16 miliar. Jadi, tersisa sekitar Rp 11 miliar untuk membiayai kegiatan di punghujung 2017,’’ jelas Wakil Ketua I DPRD Kepahiang, Andrian Defandra, SE disela-sela rehat rapat Banggar.

Selain itu, lanjut Andrian, Pemkab Kepahiang mendapat alokasi dana hibah dari Pemprov Bengkulu senilai Rp 17 miliar. Sehingga, total RAPBD-P yang masih dalam tahap pembahasan itu mencapai Rp 28 miliar.

Sementara Sekda Kepahiang, Zamzami Zubir, SE, MM, menjelaskan bahwa pembahasan RAPBD-P 2017 masih berlangsung hingga, Kamis, (28/9/2017). Hasil pembahasan RAPBD-P 2017 ini akan disahkan menjadi APBD-P 2017 dalam sidang paripurna DPRD Kepahiang yang akan digelar Jumat (29/9/2017).

“Saat ini kan pembahasan RAPBD-P 2017 belum final karena masih dalam proses pembahasan. Jadi kita tunggu hasil finalnya,’’ kata Zamzami.

Hal senada dilontarkan Kepala Bappeda Kepahiang, Ir. Ris Irianto. Dikatakan, dana hibah Pemprov Bengkulu senilai Rp 17 miliar itu akan digunakan untuk berbagai kegiatan. Diantaranya, pengadaan alat berat berupa 1 bulldozer atau excavator serta 2 dumptruck dan mesin pencacah sampah yang akan mendukung operasional Dinas LH.

Ris irianto
Ir Ris Irianto | Foto: Rahman J/PROGRES KEPAHIANG

“Selain itu, dana juga juga akan digunakan untuk kegiatan lain. Seperti, pengadaan bibit kopi sambung untuk meningkatkan produksi kopi petani,’’ papar Ris Irianto. (rjs)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY