Kepala Daerah Se-Indonesia Disodori Proposal Bangun Masjid Agung Kepahiang

158
Zamzami
Zamzami Zubir, SE, MM | Foto: Rahman J/PROGRES KEPAHIANG

PROGRES.ID, KEPAHIANG – Ketua panitia pembangunan Masjid Agung Kepahiang yan juga Sekda Kepahiang, Zamzami Zubir mengaku siap melakukan penggalangan dana di dalam dan luar negeri. Karena, pembangunan Masjid Agung Kepahiang membutuhkan dana yang besar.

Di dalam negeri, Zamzami mengaku telah dan sedang menyampaikan proposal permintaan bantuan kepada bupati dan walikota se-Indonesia.

“Pemerintah daerah hanya mampu mengucurkan dana Rp 5 Miliar tahun ini. Sedangkan pembangunan masjid agung itu direncanakan menghabiskan dana Rp 150 Miliar. Belum lagi pembangun Islamic Center dan fasilitas lainnya. Tidak menutup kemungkinan bisa menelan dana hingga Rp 350 miliar,’’ jelas Zamzami.

Dikatakan, upaya yang akan dilaksanakan adalah menyampaikan proposal dukungan negara-negara di Timur Tengah. Diantaranya Negara Saudi Arabia, Bahrain, Qatar, Kuwait, Yaman dan Yordania. Termasuk Mesir. Proposalnya akan disampaikan melalui kedutaan besar negara-negara itu di Jakarta.

Rancangan Masjid Agung Kepahiang
Desain Masjid Agung Kepahiang didesain oleh Dua Tujuh Pilar. Desain sebelumnya pernah dibuat oleh perusahaan yang sama, namun kemudian diganti dengan desain ini

“Selain itu kita juga akan menyampaikan proposal ke seluruh gubernur, bupati dan walikota se Indonesia. Diharapkan, negara-negara timur tengah itu dapat membantu dana pembangunan masjid agung kita. Termasuk para gubernur, bupati dan walikota,’’ imbuhnya.

Zamzami juga berharap, masyarakat Kepahiang dan Provinsi Bengkulu pada umunya dapat membantu dana pembangunan masjid megah di Kepahiang itu.

“Tanpa dukungan masyarakat dan para dermawan dalam dan luar negeri, maka pembangunan Masjid Agung ini akan berjalan lamban,’’ ujar Zamzami.

Menurut Zamzami, pembangunan Masjid Agung ini memang terkesan berjalan lamban. Untuk itu, Zamzami berusaha memacu kinerja kontraktor pelaksananya.

“Kita sudah memberikan teguran lisan dan tertulis agar kontraktor pelaksananya dapat mempercepat pekerjaan. Karena, dana Rp 5 miliar itu merupakan dana APBD 2017 yang harus dipertanggungjawabkan hingga 31 Desember 2017,’’ demikian Zamzami. (rjs)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY