Keputusan Forum, Pembangunan Masjid Agung Kepahiang Tak Gunakan Yayasan

342
Masjid Agung Kepahiang
Pertemuan membahas pembangunan Mesjid Agung Kepahiang di Mesjid Isti'mar

PROGRESKEPAHIANG.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepahiang yang juga merupakan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Kepahiang, Zamzami Zubir menerangkan bahwa berdasarkan rapat forum, telah diputuskan pembangunan  Masjid Agung Kepahiang tak menggunakan yayasan.

“Berdasarkan keputusan forum waktu itu, diambil kesimpulan bahwa pembangunan Masjid Agung Kepahiang ini cukup dengan kepanitiaan saja, tidak menggunakan yayasan,” ungkap Zamzami dalam sebuah forum di Masjid Isti’mar Desa Pelangkian, Kecamatan Kepahiang, Selasa (3/5/2017).

Ia menceritakan pada forum itu, pada pertengahan tahun 2016 Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid mengumpulkan sekira 10 orang untuk bermusyawarah.

“Awalnya, kita kumpul pada pertengahan 2016. Saat itu belum pakai undangan, masih rapat kekeluargaan saja sekitar 10 orang. Pada rapat itu diputuskan bahwa pembangunan Masjid Agung Kepahiang harus dilanjutkan,” kenang Zamzami.

Selanjutnya, kata Zamzami, beberapa waktu kemudian dikumpulkan lagi sekira 30 orang untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya.

“Pertemuan selanjutnya sekira 30 orang, termasuk Pak Bando dan Wak Thobari  juga kita undang, saya rasa sudah sampai undangannya,” ucap Zamzami namun disahuti dengan senyum dan geleng kepala oleh Thobari dan Bando Amin C Kader.

Ia menerangkan, pada pertemuan itu diputuskan bahwa Masjid Agung Kepahiang dibangun dengan dana separuh dari rencana sebelumnya.

Bando Amin bicara masjid agung
Bupati Kepahiang Periode 2010-2015 Dr Drs. H. Bando Amin C Kader, MM saat menerangkan konsep pembangunan masjid agung yang digagasnya di Mesjid Isti’mar Desa Pelangkian | Foto: PROGRES KEPAHIANG

“Pada forum itu disebutkan kalau dana sebesar Rp 300 Miliar sangat besar dan terlalu tinggi, takut tak selesai akhirnya diambil setengahnya, jadi sekitar Rp 150 Miliar,” jelas Zamzami.

Akhirnya, lanjut Zamzami, dengan perubahan rencana anggaran, maka berubah pula desain bangunan masjid tersebut.

“Forum menilai masjid itu terlalu besar dan terlalu tinggi (dananya). Karena itulah kemungkinan gambarnya berubah,” imbuh Zamzami.

Untuk diketahui, pada masa pemerintahan Bando Amin C Kader, untuk membangun Masjid Agung Kepahiang panitia telah membentuk badan hukum berupa Yayasan Pembangunan Masjid Agung Kepahiang. Yayasan ini dibentuk pada tahun 2008 yang diaktakan oleh Notaris Elia Heriani dan telah terbit pula Keputusan Menteri Hukum dan HAM.(pid)



Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY