Ada Dugaan Mark Up Pembangunan Fisik di Desa Limbur Lama, Kejari Sebut Sudah Penyidikan

Maret 28, 2018
Featured Hukum 0   36 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kepahiang mengungkapkan ada dugaan mark up pada proyek pengerjaan fisik di Desa Limbur Lama Kecamatan Bermani Ilir. Proyek tersebut bersumber dari dana APBDes Limbur Lama 2017.

Kejari pun memastikan dugaan tersebut sudah masuk tahap penyidikan. Ini dikemukakan Kasi Pidsus Kejari Kepahiang, Rusyidi Sastrawan, Rabu (28/03/2018).

“Diduga terjadi mark up pembangunan fisik dari dana yang bersumber dari APBDes 2017,” ungkap Rusyidi.

Ia menjelaskan, perhitungan dugaan kerugian negara dari dugaan markup harga tersebut dihitung oleh ahli.

“Dari hasil penyelidikan oleh tim, kita menaksir kerugian negara sekitar Rp 400 Juta, tapi pastiya harus dihitung oleh ahli,” ujar Rusyidi.

Dijelaskan, setidaknya Kejari Kepahiang sudah memeriksa 30 orang saksi yang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi APBDes 2017.

Total APBDes 2017 Desa Limbur Lama yang bersumber dari ADD dan DD senilai Rp 1.176.287.880. Dana yang digunakan untuk pembangunan fisik yakni sebesar Rp 622.295.000.

“Jadi kita ini menyidik pelaksanaan dari pada APBDes-nya. Untuk saat ini kita lagi fokus pada sektor pembangunan fisiknya cuma kan kita juga selalu berkoordinasi dengan Inspektorat,kita juga mendapatkan masukan dalam anggaran belanja-belanja lain yang diduga juga ada indikasi penyimpangan,” pungkas Rusdi.(koe)

Sukseskan UN 2018



Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *