Diduga Peras Pejabat RSUD Kepahiang, Oknum LSM & Wartawan Kena OTT

2404
Ilustrasi tahanan
Ilustrasi: Istimewa

PROGRESKEPAHIANG.com – Lagi-lagi oknum yang mengatasnamakan wartawan dan LSM berbuat ulah dan merusak citra pekerja jurnalistik. Ini setelah oknum wartawan dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ditangkap oleh Satgas Saber Pungli dan Satreskrim Polres Kepahiang pada Rabu (5/7/2017) sekira pukul 09.30 WIB dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di RSUD Kepahiang.

Kedua oknum tersebut berinisial RR dan MU. Keduanya langsung digelandang ke Markas Polres Kepahiang untuk diinterogasi lebih lanjut.

Dua oknum ini sebelumnya mendatangi ruang kerja Kabag Tata Usaha RSUD Kepahiang Tajri Fauzan sekira pukul 09.00 WIB. Kedatangan dua oknum itu pun disambut oleh Tajri. Diakui Tajri keduanya meminta sejumlah uang.

“Dua orang itu memang sering datangi saya. Sudah sering juga saya kasih uang,” aku Tajri.

Tajri juga mengakui pernah memberikan uang hingga jutaan Rupiah kepada keduanya agar kedua tak lagi mengganggu kinerjanya di RSUD.

“Pernah minta duit Rp 100 Ribu, terus minta lagi saya kasih Rp 2 Juta. Dapat uang segitu rupanya belum puas, dia minta lagi uang Rp 20 Juta. Ini memang sudah keterlaluan,” keluhnya.

Menurut Tajri, keduanya membawa dokumen yang dinilai oknum ini dapat dijadikan alat untuk memeras.

“Dia bawa dokumen DPA, RKA, itu dibawa ke mana-mana. Intinya dia minta pihak rumah sakit ini ngasih duit,” jelas Tajri.

Menurut Tajri, ia tak mengetahui dugaan pemerasan itu sampai ke telinga aparat penegak hukum.

“Tidak tahu juga, saya tidak melapor, tahu-tahu tadi sudah ada polisi, terus bawa mereka di Polres,” sambungnya.

Terpisah, Kapolres Kepahiang AKBP Pahala Simanjuntak melalui Kasat Reskrim AKP Khoiril Akbar masih enggan memberikan penjelasan secara detail. Namun, ia mengakui telah mengamankan kedua oknum itu.

RSUD
Gedung RSUD Kepahiang | Foto: Dok. Humas Protokol Setda Kepahiang

“Iya, ada dua orang kita amankan. Dugaannya pemerasan pihak RSUD Kepahiang. Barang bukti yang kita amankan adalah uang tunai Rp 1 Juta, tas berisi data dan berkas,” ungkap Khoiril.

Khoiril mengaku akan memberikan keterangan lebih lanjut kepada media usai melakukan pemeriksaan lebih jauh.

“Nantilah kita kasih tahu, karena ini juga masih pemeriksaan,” tandasnya.(pid)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
101
BAGIKAN

LEAVE A REPLY