Surat Perintah Wabup, 2 TPR di Kecamatan Kepahiang & Merigi Ditutup

394
Penarikan retribusi di depan terminal Merigi | Foto: Google/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Bidang Perhubungan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kepahiang menutup 2 Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) yang selama ini beroperasi di kawasan Mandi Angin Kelurahan Pasar Kepahiang Kecamatan Kepahiang dan di Kecamatan Merigi.

Penutupan dua TPR itu untuk memberantas praktik pungutan liar (Pungli), terlebih aturan mengenai TPR di jalan raya sudah tak dibenarkan lagi.

Kepala TPR Terminal Pasar Kepahiang Asnawi mengakui ada penutupan dua TPR tersebut. Berdasarkan informasi yang ia dapat, penutupan TPR itu setelah terbitnya surat perintah penutupan yang ditandatangani Wabup Kepahiang Netti Herawati.

“TPR di Pasar Kepahiang dan TPR Merigi. Ditutup karena ada surat perintah penutupan yang diteken itu wabup (Netti Herawati). Surat itu ditindaklanjuti oleh Bidang Perhubungan Dinas PU dan Satpol PP,” kata Asnawi, Jumat (12/5/2017).

TPR Mandi Angin
Kawasan penarikan retribusi di Mandi Angin Kelurahan Pasar Kepahiang, Kecamatan Kepahiang | Foto: Dok. PROGRES KEPAHIANG

Asnawi menceritakan, alasan penutupan TPR itu sesuai isi surat adalah untuk menghindari praktik pungli.

“Kalau di suratnya untuk memberantas pungli, tapi kami (petugas TPR) tidak pernah pungli, tiap bulan kita setor ke kantor,”  imbuhnya.

“Di situ dibangun TPR karena dalam sehari ada sekitar 21 mobil umum dan pengangkut material tidak lewat TPR terminal, makanya dibangun TPR itu. Sehari TPR itu bisa dapat Rp 200 Ribu, kalau sebulan bisa Rp 6 Juta. Kalau ditutup berarti pemerintah kehilangan Rp 6 Juta PAD sebulan,” tandasnya.(pid)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY