Versi Peta GIS, Kerusakan Hutan di Kepahiang Capai 6.000 Ha

224
BKSDA Bengkulu
Kepala KPHK Winarso dan Kepala BKSDA Jaja Mulyana saat memberikan keterangan kepada jurnalis | Foto: Andako/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Berdasarkan peta berbasis Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografi, kerusakan hutan lindung di Kabupaten Kepahiang mencapai 6.000 Hektare (Ha). Sementara yang masih belum dirambah sebanyak 7.000 Ha.

“Berdasarkan peta GIS, ada 6.000 Hektare yang sudah dirambah, sementara yang belum ada 7.000 Hektare,” ungkap Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan dan Konservasi (KPHK) BKSDA Wilayah I Provinsi Bengkulu, Winarso beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, meski 7.000 Hektare hutan masih belum dirambah, namun kondisinya lebih banyak semak belukar ketimbang pepohonan.

RSUD Kepahiang
Seorang jurnalis televisi tampak mengambil pemandangan Desa Tebat Monok dari bukit Kepahiang Alami. Tampak gedung RSUD Kepahiang berdiri kokoh dari bukit kecil itu | Foto: PROGRES KEPAHIANG

“Pepohonannya tak lagi banyak, lebih banyak semak belukar saja,” imbuhnya.

Winarso menerangkan, kegiatan perambahan hutan sangat sulit diberantas, terlebih lagi kawasan hutan lindung dan TWA cukup luas.

“Untuk melakukan monitoring di hutan yang sangat luas ini, tentu butuh banyak personil dan dana. Kami pun sudah bekerjasama dengan Unit Tipiter Satreskrim Polres Kepahiang untuk menekan perambahan, tapi tetap saja, perambahan terus terjadi,” tandasnya.(pid)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY