11 Tahun Warganya Tak Bayar PBB, Desa Ini Tetap Dikucurkan DD & ADD Hingga Rp 1,3 M

340
Kades Renah Kurung
Kades Renah Kurung, Marwan saat menyampaikan aspirasinya pada reses | Foto: Ist/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Sejak ditetapkan menjadi desa 11 tahun lalu, sekira 500 Kepala Keluarga (KK) di Desa Renah Kurung Kecamatan Muara Kemumu tak pernah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Menariknya, desa ini tetap mendapat kucuran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Bahkan, ADD dan DD yang dikucurkan pemerintah untuk desa ini mencapai Rp 1,3 Miliar.

“Penduduk desa kami ada sekitar 500 KK. Bukannya warga kami tak mau bayar pajak, tapi memang tak terdaftar sebagai wajib pajak, sebagian rumah-rumah penduduk desa kami dinilai berada dalam kawasan TWA (Taman Wisata Alam) Bukit Kaba,” ungkap Kepala Desa Renah Kurung, Marwan pada reses anggota DPRD Kepahiang daerah pemilihan III di Desa Renah Kurung, Kamis (6/4/2017).

Ia menambahkan, bangunan atau lahan yang digarap warga di desa itu tak satu pun memiliki alas hak.

“Tak seorang pun warga kami punya alas hak atas tanah mereka, tak ada sertifikat. Jadi, bagaimana mau bayar pajak, inilah sebabnya pemerintah tidak memberi kami surat wajib pajak. Kalau kami bayar, berarti lahan kami sudah diakui tak masuk TWA lagi ,” terangnya.

Desa Renah Kurung Kecamatan Muara Kemumu
Peta Desa Renah Kurung di Google Maps

Menurutnya, dengan mengucurkan ADD dan DD hingga Rp 1,3 Miliar, maka secara tak langsung pemerintah sudah melegalkan keberadaan lahan-lahan di desa itu terlepas dari kawasan TWA.

“Secara tak langsung itu sudah pengakuan, kami dari ADD dan DD dapat Rp 1,3 Miliar,” tandasnya.(pid)



Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY