2 Parpol Ini Tak Sepakat Pemecahan Dapil, Seperti Ini Alasannya

205
kpu rapat
Rapat usulan perombakan dapil di aula Hotel Umro, Sabtu (21/10/2017) | Foto: Amin/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com РPartai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menolak KPU Kepahiang mengusulkan perombakan daerah pemilihan (dapil) untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Ini ditegaskan perwakilan  kedua parpol tersebut pada rapat bersama KPU Kepahiang, Pemkab Kepahiang dan pengurus parpol di Kabupaten Kepahiang di aula Hotel Umro, Kelurahan Pasar Ujung, Sabtu (21/10/2017).

“Saya setuju penambahan dapil, tapi tidak sekarang, tahun 2020 nanti saja,” ucap Hariyanto yang mewakili PKB Kepahiang.

Ia menegaskan, jika ada perubahan dapil, maka ia merasa sangat dirugikan. “Kalau masalahnya cuma karena tak ada keterwakilan dari Tebat Karai, saya rasa itu belum bisa saya terima. Saya merasa sangat dirugikan, karena saya sudah 3 tahun membina (konstituen) Kabawetan,” kata Hariyanto.

Ditambahkannya pula, di dapil Kepahiang I yang meliputi Kecamatan Merigi, Kecamatan Ujan Mas dan Kabawetan sejak perubahan dapil pada Pileg 2014 tidak ditemui masalah.

“Sejauh ini tidak ada masalah, akses pun mudah, dari Merigi, Ujan Mas ke Kabawetan tak ada masalah,” urainya.

Suasana rapat pemekaran dapil di aula Hotel Umro | PROGRES KEPAHIANG

Senada juga dikemukakan perwakilan PPP Kepahiang. Menurutnya, penyusunan ulang dapil belum dibutuhkan, karena tak pernah ditemui permasalahan.

“Saya tidak setuju, bukan karena saya duduk disamping Pak Hariyanto, tapi karena saya menilai selama ini tak ada masalah,” kata dia.

KPU Kepahiang menyebutkan rencana usulan perombakan dapil adalah instruksi dari KPU RI dan KPU Kepahiang hanya memberikan gambaran umum akses, integritas wilayah, masukan parpol dan lainnya untuk kemudian dibahas di tingkat KPU Provinsi Bengkulu dan terakhir di KPU RI.(pid)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

LEAVE A REPLY