30 KK di Desa Tebat Monok Keluhkan Listrik Tegangan Rendah

314
PLN Rayon Kepahiang
Kantor PLN Rayon Kepahiang | Foto: Dok. PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Sekira 30 Kepala Keluarga (KK) di Desa Tebat Monok mengeluhkan listrik rumah mereka bertegangan rendah. Akibatnya, banyak peralatan elektronik yang tak dapat digunakan. Bahkan, sebagian warga mengaku sudah beberapa kali mengganti bola lampu (bohlam).

Salah seorang warga, Usman (37 Tahun) mengaku tak hanya bolam yang acap kali putus akibat listrik bertegangan rendah, melainkan juga alat elektronik lain seperti magic jar.

“Saya sudah dua kali ganti magic jar, karena nasinya cepat basi. Normalnya kan tegangan listrik itu 220 Volt, ini rendah. Sebagai pelanggan PLN sebenarnya saya sudah dirugikan,” keluh Usman, Rabu (19/4/2017).

Ilustrasi listrik
Ilustrasi | Istimewa/PROGRES KEPAHIANG

Ia mengatakan, tegangan listrik rendah di lingkungannya telah terjadi sejak lebih dari satu pekan yang lalu.

“Seminggu yang lalu ada warga kami yang melaporkan soal ini ke Kantor PLN, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Memang sempat ada petugas PLN datang mau periksa, tapi berhubung hujan mereka pulang dan tidak ada pengecekan lagi,” terangnya.

Hal senada diungkapkan warga Tebat Monok lainnya yang juga pengusaha catering, Ancha (42 Tahun). Ia mengeluhkan kesulitan menjalankan usahanya sejak tegangan listrik tak lagi normal.

“Mau mem-blender nggak bisa kalau malam, harus nunggu siang, karena banyak perangkat yang menggunakan listrik bisa tak dipakai kalau siang,” keluhnya.(pid/koe)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY