80 Hektare Sawah di Desa Tertik Terancam Akibat Tanggul Irigasi Jebol

173
Padi varietas sertani
Varietas padi unggul Sertani 13 mulai dikembangkan di Kepahiang | Foto: Mukhtar Amin/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Sekitar 80 Hektare sawah di Desa Tertik Kecamatan Kabawetan terancam rusak dan kekeringan. Ini setelah jebolnya tanggul irigasi di desa setempat sejak beberapa hari yang lalu.

Menurut warga setempat, Jhon Haryadi, penyebab jebolnya tanggul itu akibat hujan deras yang mengguyur hingga tanggul tak lagi kuat membendung tekanan air.

“Akibat hujan deras, kemudian irigasinya jebol. Kerusakan awalnya tidak kurang dari 10 meter. Ini jelas mengancam mata pencarian petani sawah,” ungkap Jhon.

Ia mengatakan, kerusakan tanggul yang awalnya hanya 10 meter hingga Selasa ini (9/5/2017) ini terus melebar.

“Irigasi ini jebolnya hari Jumat (05/05/2017) lalu. Karena memang belum ada perbaikan, kerusakan pun semakin melebar,” jelasnya.

Padi sawah
Petani di Desa Sukamerindu Kecamatan Kephaiang tengah menanam padi

Diterangkannya, warga sudah berupaya memperbaiki tanggul yang jebol dengan cara bergotong royong.

“Kita sudah upayakan gotong royong, tapi debit airnya memang tinggi. Perbaikan sementara yang kita lakukan juga sia-sia,” pungkasnya.(pid)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY