Agar Generasi Tahu Bahaya PKI, Koramil Gelar Nobar Film G30S/PKI

237
Nobar 30S/PKI
Pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI dipadati ribuan penonton | Foto: Anda/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Markas Koramil Kepahiang menggelar nonton bareng (nobar) film Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) di Taman Santoso, Kelurahan Pasar Kepahiang, Kamis malam (28/9/2017).

Wabup Netti Herawati, beberapa anggota DPRD, Kakan Kesbangpol Burlian, Camat Kepahiang Amwat dan Danramil Kapt Inf Botani Kenedi ini dihadiri ribuan penonton.

Botani menjelaskan, pemutaran film G30S/PKI diharapkan bisa mengetahui bahaya komunis, menumbuhkan rasa nasionalisme dan semangat menjaga kesatuan NKRI.

“Dengan pemutaran film ini, kita harapkan generasi saat ini tahu bahaya komunis, selain itu kita harap mereka tahu sejarah, serta memupuk rasa nasionalisme,” ucap Botani.

Untuk diketahui, pemutaran film G30S/PKI ini diputar kembali oleh seluruh Makoramil di Indonesia berdasarkan Surat Telegram Mabes TNI tanggal 18 September 2017.

Anak SD & SMP Ikut Nonton

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy melarang siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menonton film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. Namun, imbauan ini nampaknya belum tersosialisasi dengan baik, khususnya di Kepahiang. Pasalnya, sejumlah anak usia SD dan SMP tampak ikut acara nobar ini.

Anak usia SD SMP
Imbauan Mendikbud agar anak usia SD dan SMP tak ikut menonton film G30S/PKI tak tersosialisasi dengan baik. Tampak sejumlah anak antusias menonton film ini | Foto: Dok.PROGRES.ID

Mengutip tulisan di Kompas.com, Mendikbud Muhadjir menilai film tersebut banyak memuat adegan kekerasan yang tak laik ditonton anak usia SD dan SMP. Imbauan Muadjir ini pun didukung oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).(koe/pid)



Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY