Dugaan Manipulasi Data Pembelian Lahan TPA, Kejari Sudah Panggil 5 Orang

491
Kasi Intelijen Kejari Zainal
Zainal Effendi, SH, MH | Foto: Koko/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang setidaknya telah memintai keterangan 5 orang terkait dugaan korupsi dengan modus manipulasi data pembelian lahan Tempat Pembuangan/Pemprosesan Akhir (TPA) sampah di Desa Muara Langkap Kecamatan Bermani Ilir.

TPA Muara Langkap
Sampah berserakan di badan jalan, petugas terpaksa membuang sampah di jalan itu karena TPA over kapasitas

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kepahiang Zainal Effendi mengatakan, 5 orang  yang telah dimintai keterangan mengakui bahwa pada tahun 2007 ada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pengadaan tanah TPA di Muara Langkap seluas 4 hektare dengan anggaran Rp 200 Juta. Namun pembelian lahan itu diserahkan kepada Dinas PPKAD. Lahan tersebut diketahui tak memiliki sertifikat dan keterangan alas hak lainnya.

“Setelah dikonfirmasi, DPPKAD telah mencatat pembelian itu berdasarkan atas laporan dari SKPD terkait seluas 4 hektare, tapi pada catatan DPPKAD tidak dicantumkan alas hak atas tanah itu,” ungkap Zainal kepada jurnalis di ruang kerjanya, Senin (16/1/2017).

Sementara itu, lanjutnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepahiang menyebutkan lahan TPA lama itu belum memiliki sertifikat. Namun, BPN mengaku pernah melakukan pengukuran saat pembelian awal lahan itu.

Sedangkan BLHKP mengaku bahwa lahan TPA lama hanya memiliki luas 2 hektare, bukan 4 hektare seperti yang disebutkan sebelumnya.

“Ada ketidaksinkronan keterangan. Nanti kita akan lakukan cross check pernyataan keduanya, dalam hal ini diduga terdapat manipulasi data aset yang seharusnya 4 hektare tapi kenyataannya hanya 2 hektare. Untuk kasus ini pertama diduga ada permainan pada saat pembelian, terus terdapat indikasi manipulasi aset daerah dengan tidak transparan tanah itu milik siapa, apakah merupakan aset Pemda atau bukan. Sementara di DPPKAD sendiri sudah tercatat namun belum ada alas hak atas tanah tesebut,” jelasnya.

Rencananya dalam waktu dekat, Kejari setidaknya akan kembali memanggil 15 orang untuk dimintai keterangan. Kejari juga akan menjadwalkan uji lapangan guna memastikan luas lahan TPA lama yang ada di lapangan.(koe)



Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY