Ingin Kepahiang Jadi Lumbung Ikan, Dinas KPP Maksimalkan Potensi Perikanan

170
Keramba
Keramba petani Danau Suro Ilir | Foto: Rahman J/PROGRES.ID

PROGRESKEPAHIANG.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kepahiang bersiap menggarap dan mengembangkan potensi perikanan. “Kita berusaha mengembalikan Kepahiang dengan lumbung ikan potensial,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kepahiang, Taufik, Senin (25/9/2017).

“Untuk mendukung pengembangan perikanan di Kepahiang, kita segera mengoptimalisasikan Balai Benih Ikan (BBI) yang ada. Sehingga peran BBI sebagai penyedia bibit ikan masyarakat dapat kembali berfungsi. Serta BBI dapat menjadi salah satu potensi PAD,” ujar Taufik.

Ir Taufik
Kepala Dinas KKP Ir Taufik. (Behind) Para pengunjung saat mengitari Danau Suro Ilir | Foto: Rahman J/PROGRES.ID

Selain itu, lanjut Taufik, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan juga berusaha melakukan langkah-langkah konkret lainnya. Misalnya, melakukan MoU dengan Dinas Perikanan Provinsi Bengkulu dalam pengadaan indukan ikan. “MoU dengan Dinas Perikanan Provinsi itu sudah diteken Bupati dengan Kepala Dinas Perikanan Provinsi dan diketahui Gubernur,” sambung Taufik.

Selain menyiapkan bibit ikan, Taufik juga berupaya menggalakkan budi daya ikan dengan jala apung di kawasan wisata alam Danau Suro Ilir. Kini, Taufik masih melakukan pemutakhiran data petani petambak ikan. Baik petani ikan jala apung di Danau Suro Ilir maupun petani ikan yang mengelola kolam air tenang dan kolam air deras yang ada di Kepahiang.

“Dalam RAPBD-P 2017, kita sudah mengusulkan dana pengembangan sector perikanan senilai Rp 600 juta. Kita berharap, DPRD dapat menyetujui program pengembangan perikanan yang menjadi salah satu program prioritas kita,” papar Taufik.

Sedangkan pengadaan bibit ikan yang akan dilepas di perairan umum seperti Danau Suro Ilir, sungai, tebat dan kawasan perairan terbuka lainnya, Taufik mengaku sudah melakukan penjajakan dengan beberapa BUMN.

“Kita usahakan pengadaan bibit ikan yang akan dilepas di kawasan perairan umum dan dibantu CSR BUMN yang ada. Sehingga, pengadaan bibit ikan restoking itu tidak lagi menggunakan dana APBD. Selain itu, kita juga berusaha mendapatkan bantuan pengadaan mesin pengolah pakan ikan. Karena bahan baku pembuatan pakan ikan di Kepahiang cukup melimpah,” demikian Taufik.(RJS)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY