Kapan Bendera Merah Putih Pertama Berkibar di Kepahiang? Ini Penjelasan Dinas Dikbud

139
Emong
Firmansyah (Emong Soewandi) | Foto: Rahman J/PROGRES KEPAHIANG

PROGRES.ID, KEPAHIANG – Upacara Kemerdekaan RI pertama di Kabupaten Kepahiang pertama kali dilaksanakan di Lapangan Santoso, Kecamatan Kepahiang pada 29 September 1945. Saat itu, ada 5 pejuang Kepahiang yang menjadi pelaku sejarah pengibaran bendera tersebut.

“Di Kepahiang, Sang Merah Putih pertama kali dikibarkan oleh 5 pejuang kemerdekaan, mereka adalah Letkol Santoso, Kgs Abdullah, Zamhari Abidin, Muryadi Prihatmo dan Ny Aisyah, istri Santoso,’’ jelas Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepahiang, Firmansyah.

Dikatakan Firmansyah yang akrab disapa Emong Suwandi ini, Sang Merah Putih dikibarkan di atas menara bambu di tengah-tengah Lapangan Santoso. Menara bambu itu, lanjut Emong Suwandi, dibangun oleh Jepang untuk menyaksikan gerhana matahari total (GMT) yang melintasi wilayah Kepahiang.

“Teknologi dan sarana komunikasi saat itu belum canggih seperti sekarang, maka, kabar kemerdekaan RI yang telah diproklamirkan Bung Karno dan Bung Hatta di Pegangsaan Timur, Jakarta 17 Agustus 1945  baru sampai di Kepahiang pertengahan Bulan September 1945. Makanya, begitu mendapat kabar Indonesia telah merdeka, maka, Letkol Santoso bersama para pejuang lainnya langsung mengibarkan bendera merah putih di Lapangan Santoso Kepahiang,’’ tutur Emong.

Menurut Emong, Letkol Santoso merupakan pejuang dan pahlawan. Sehingga, Letkol Santoso layak diusulkan untuk diangkat menjadi pahlawan nasional.

“Kita juga akan mengusulkan agar dalam peringatan HUT RI dan HUT Kepahiang, kita dapat mengundang anak-anak Letkol Santoso. Sehingga, anak-anak Santoso dapat menyaksikan hasil perjuangan sang ayah yang gagah berani dan tewas ditangan pasukan Jepang saat menyerbu markas Jepang di Kota Kepahiang,’’ papar Emong. (rjs)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY