Kejari Geledah Kantor Dinsos PMD Kepahiang, Ada Apa Ya?

April 2, 2018
Featured Hukum 1   226 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Kejaksaan Negeri Kepahiang menggeledah kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) pada Senin (02/05/2018). Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari dokumen yang berkaitan degan dugaan korupsi penyimpangan ADD dan DD di Desa Limbur Lama.

Baca : Ada Dugaan Mark Up Pembangunan Fisik di Desa Limbur Lama, Kejari Sebut Sudah Penyidikan

Menurut Kasi Pidsus Kejari Kepahiang Rusydi Sastrawan, ada sekitar 9 item dokumen yang disita dari Dinas Sosial PMD.

“Tadi yang berhasil kami sita itu berdasarkan berita acara penggeledahan, ada 9 item dokumen yang terkait dengan pembelanjaan APBDes Limbur Lama tahun 2017,” kata Rusydi.

Ia juga mengatakan bahwa dalam penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik Kejari tersebut tersebut untuk memastikan apakah anggaran 40 persen dari DD terkait dengan pembangunan fisik sudah dibuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ).

“Penggeladahan tadi kami lakukan guna memastikan apakah anggaran ADD yang 40 persen itu sudah disampaikan ke PMD apa belum, karena di kami SPJ tersebut belum ditemukan,” terangnya.

Ia juga menerangkan bahwa dalam proses penyidikan ini, penyidik Kejari akan kembali memeriksa saksi-saksi yang sudah diperiksa saat penyelidikan. Namun untuk tahap penyidikan ini, Kejari akan memeriksa saksi-saksi baru.

Tim Seksi Pidsus saat menggeledah Kantor Dinsos PMD | Foto: Dok. Kejari Kepahiang/PROGRES.ID

“Saat ini ada sekitar 15 orang saksi yang telah diperiksa oleh penyidik termasuk saksi yang baru dan saksi yang telah diperiksa pada tahap sebelumnya. Diperkirakan sedikitnya ada sekitar 30 orang saksi yang akan kita mintai keterangan pada tahap penyidikan ini,” jelas Rusyidi

Ia juga menargetkan, proses penyidikan akan berlangsung paling lama satu bulan. Selanjutnya akan segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini.

“Insya Allah saya pastikan tidak sampai satu bulan, dan untuk tersangka sendiri itu berdasarkan hasil ekspose nanti, karena untuk proses penyidikannya sendiri baru dimulai belum sampai satu minggu sprindiknya diterbitkan. Sedangkan untuk jumlah tersangka sendiri hal itupun belum dapat saya sebutkan karena harus menunggu hasil ekspose penyidikan nanti,” kata Rusydi.(koe)

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.