Lomba Kelola Hutan Desa, LPHD Asal Kepahiang Juara Nasional

216
Hutan Kepahiang
Ilustrasi | PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Taba Padang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu berhasil meraih juara nasional lomba Wana Lestari 2017 untuk kategori kelompok masyarakat pengelola hutan desa. Ini diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Bengkulu, Agus Priambudi pada Kamis (10/8/2017) seperti dinukil dari Antara News.

“Lembaga pengelolaan hutan desa bernama LPHD Depati Junjung asal Kepahiang berhasil jadi  juara atau teladan nasional. Ini sangat membanggakan kita semua,” ujar Agus.

Agus mengatakan, pengurus lembaga pengelola hutan desa Taba Padang rencananya akan menerima penghargaan secara langsung dari Menteri LHK Siti Nurbaya pada 16 Agustus 2017.

Selain itu, para pengurus LPHD  direncanakan pula hadir pada sidang paripurna di gedung DPR RI, kemudian ikut upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara pada 17 Agustus serta ikut ramah tamah dengan Presiden Joko Widodo pada 18 Agustus 2017.

Masih mengutip tulisan Antara News, Agus menerangkan bahwa Hutan Desa Taba Padang dibentuk atas keprihatinan warga terhadap kerusakan hutan lindung di sekitar desa mereka akibat perambahan dengan tujuan memperluas kebun kopi.

Melalui Peraturan Desa nomor 2 tahun 2011, lanjutnya, perangkat desa kemudian membentuk LPHD Depati Junjung dengan program utama menekan perambahan hutan serta mengoptimalkan hutan desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Untuk diketahui, hutan desa di Taba Padang memiliki luas 995 hektare. Hutan desa itu telah diusulkan ke Kementerian LHK dan ditetapkan sebagai areal kerja hutan desa pada kawasan Hutan Lindung Bukit Daun register 5 berdasarkan SK nomor 677 tahun 2010.

Ketua LPHD Depati Junjung, Sarmadi menuturkan bahwa LPHD yang ia pimpin itu melakukan kegiatan berupa pengembangan usaha hasil hutan bukan kayu seperti budidaya lebah madu, aren, kemiri, bambu, rotan, durian, kopi dan lainnya.

Selain itu, program alternatif lainnya yakni pengembangan wisata alam yang mengandalkan potensi kawasan seperti air terjun, panorama alam, hingga sumber air panas.

“Kami juga patroli rutin di kawasan hutan desa serta ada pula kegiatan pembibitan tanaman hutan untuk dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sarmadi berharap penghargaan dari Kementerian LHK akan mampu mendorong semangat seluruh pengurus LPHD serta masyarakat desa untuk melestarikan hutan demi terpiliharanya keragaman sumber daya alam hayati dan nonhayati, menjaga fungsi lindung, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang arti penting menjaga hutan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sumber: AntaraNews.com
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

LEAVE A REPLY