Pasal Kucing Mati, Pria Tebing Penyamun Bacok Tetangganya

778
Ilustrasi Penusukan
Ilustrasi

PROGRESKEPAHIANG.com – Warga Desa Tebing Penyamun Kecamatan Tebat Karai Janra (28 Tahun) diduga membacok tetangganya sendiri bernama Deka Putriana (27 Tahun) pada Sabtu (13/5/2017) sekira pukul 06.00 WIB pagi.

Kejadian ini terjadi di depan rumah Deka yang memang tetangga Janra, bahkan rumah keduanya tanpa ada pagar pembatas.

Akibat pembacokan itu, Deka mengalami luka parah di bagian leher sebelah kiri, tepatnya di bawah daun telinga. Selain itu Deka juga mengalami luka pada paha kirinya.

Kronologisnya bermula saat Deka pagi itu keluar rumah untuk menunggu penjual ayam  keliling di depan rumahnya yang memang berada di pinggir jalan utama.

Saat itu mendadak datang Janra mendekati Deka sambil mebawa parang. Tanpa basa basi tersangka Janra langsung mengayunkan parangnya ke leher Deka dan ke arah bagian kaki ibu rumah tangga tersebut sebanyak tiga kali.

mendapati Deka sudah terkapar dan bersimbah darah, tersangka pun meninggalkan lokasi kejadian dan lari menggunakan sepeda motor sambil membawa tas ke arah Kepahiang.

Kapolres Kepahiang AKBP Ady Savart P Simanjuntak menjelaskan, setelah mendapat laporan kejadian itu, anggota Polsek Tebat Karai mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Mendapat laporan itu anggota kita langsung ke TKP mengambil sampel rambut korban yang terpotong, melakukan dokumentasi dan yang lainnya melakukan pengejaran terhadap tersangka,” terang Ady Savart, Sabtu (13/5/2017).

Menurut Ady, polisi membagi tugas saat melakukan pengejaran terhadap tersangka. “Kita bagi, ada yang mencari ke arah Bengkulu dengan dipimpin langsung Kanit Reskrim dan 3 personel. Sedangkan yang ke arah Curup dipimpin Kanit Baket, Kanit Pidum Res, Bhabinkamtibmas dan cepu. Sementara satu personel Polsek Tebat Karai¬† satu personel mengumpulkan bahan dan keterangan serta mendalami motif terjadinya dugaan tindak pidana di lokasi kejadian dan rumah tersangka hingga mengecek keadaan korban di RSUD Kepahiang,” bebernya.

Dijelaskan, korban masih dirawat intensif dan dalam keadaan sadar. “Korban dirawat intensif dan sudah sadar,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil interogasi terhadap pihak keluarga tersangka, lanjut Ady Savart, tersangka pernah berucap tentang kematian kucing kesayangannya.

“Satu minggu sebelum kejadian, tersangka diketahui pernah mengatakan kepada saudara perempuannya, warga Desa Temdak Seberang Musi kalau saat itu batin tersanga sedang sakit dan ia minta dicarikan orang yang bisa mengobati agar batinnya tenang,” jelas Ady.

Sementara itu berdasarkan interogasi terhadap adik bungsu tersangka, ketidaktenangan batin Janra karena kucingnya mati yang diduga karena dipukul seseorang.

“Tersangka pernah terucap kepada adik bungsunya yang juga disaksikan temannya juga kalau kucingnya mati karena dipukul, maka yang memukul kucingnya itu harus mati pula,” tandasnya.

kucing mati
Kucing tersangka yang mati dan masih berada di rumah tersangka | Foto: Dok. Polres kepahiang

Ady Savart mengatakan, saat ini polisi masih mencari penjual ayam keliling yang diduga melihat kejadian itu, serta seorang saksi teman adik bungsu tersangka yang mengetahui bahwa tersangka pernah mengatakan akan membunuh orang yang memukul kucingnya.(pid)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY