Situs Megalitikum Batu Belarik Sudah Dibukukan dalam Buku Berjudul Megalithic Remains in South-Sumatra

0
575
Buku Megalithische oudheden in Zuid-Sumatra
Buku Megalithische oudheden in Zuid-Sumatra yang telah diterjemahkan dalam Bahasa Inggris | Istimewa/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Situs megalitikum di Desa Batu Belarik Kecamatan Bermani Ilir ternyata sudah dibukukan dalam buku berjudul Megalithic Remains in South Sumatra yang diterbitkan pada tahun 1932.  Sebelumnya, buku itu memiliki judul asli dalam Bahasa Belanda Megalithische oudheden in Zuid-Sumatra.

Buku itu mengupas tentang situs-situs purbakala yang ada di wilayah Sumatera Selatan, yang mana pada masa itu Provinsi Bengkulu masih bagian dari Sumatera Selatan.

Buku tersebut ditulis oleh Dr. A. N. J Th. A N Van Der Hoop. Buku itu kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh William Shirlaw pada tahun 1935. Buku itu dicetak dan dipublikasikan oleh W J Thieme & Cie Zuthpen, Belanda.

Situs Batu Belarik
Situs Batu Belarik di Desa Batu Belarik pada zaman kolonial Belanda | Foto: Tropen Museum/PROGRES KEPAHIANG

Tak banyak informasi yang didapatkan oleh Progres Kepahiang tentang sejumlah situs megalitikum di Kepahiang, namun ada tertulis tentang situs dan foto “Batoe Belarik” dan situs megalitikum lainnya di Kelurahan Keban Agung saat ini.

Baca: Ada Bukti Prasejarah, Ini 4 Lokasi di Kepahiang yang Pernah Jadi Peradaban Purba

Versi pemindaian (scan) buku lawas ini sempat dijual di toko online Amazon.com, namun saat ini tak lagi tersedia, karena banyak lembaran yang hilang.

Berdasarkan tulisan Ilmusosial.net, zaman Megalitikum berasal dari kata mega yang berarti besar dan lithikum atau lithos berarti batu.  Zaman ini disebut juga zaman batu besar. Hasil budayanya berupa bangunan-bangunan besar yang berfungsi sebagai sarana pemujaan kepada roh nenek moyang.(pid)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Jatuh Bersepeda

LEAVE A REPLY