Ada Bukti Prasejarah, Ini 4 Lokasi di Kepahiang yang Pernah Jadi Peradaban Purba

1187
benda prasejarah
Arbi menunjukkan benda zaman neolitikum di tambang pasirnya | Foto: Istimewa/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Selain di Desa Kelilik Kecamatan Kepahiang atau tempat ditemukannya benda-benda kuno zaman neolitikum di lokasi galian C milik mantan anggota DPRD Arbi, ada sejumlah lokasi yang diduga pernah menjadi kawasan peradaban zaman purbakala. Di mana sajakah itu?

Situs Batu Belarik

Situs Batu Belarik
Situs Batu Belarik di Desa Batu Belarik pada zaman kolonial Belanda | Foto: Tropen Museum/PROGRES KEPAHIANG

Di Desa Batu Belarik Kecamatan Bermani Ilir terdapat situs purbakala yang disebut Situs Batu Belarik. Situs purbakala ini sudah ditemukan sejak zaman kolonial Belanda. Saat ini benda bersejarah itu berada di tengah-tengah sawah warga. Di lokasi ini ditemukan 4 buah batu menhir yang berbentuk formasi empat persegi panjang.

Jarak antara batu satu dengan batu lainnya adalah  6 meter di sisi Utara, 5 meter sisi Timur, sisi Selatan 5 meter dan sisi Barat 4,5 meter. Menurut peneliti, situs ini merupakan peninggalan zaman Megalitikum (zaman batu besar).

Situs Batu Keris

Di Kelurahan Keban Agung, Kecamatan Bermani Ilir juga terdapat peninggalan purbakala. Situs prasejarah ini dinamai Situs Batu Keris. Lokasinya terletak di persawahan di dekat Sungai Langkap dan Sungai Kemanis. Di lokasi ini juga pernah ditemukan sebuah menhir yang terbuat dari batu andesit berwarna abu-abu.

Oleh masyarakat Keban Agung, menhir itu disebut batu keris karena bentuknya mirip gagang keris, sehingga akhirnya situs purba ini dinamai Situs Batu Keris.Untuk diketahui, menhir itu memiliki tinggi 100 cm dan lebar 52 cm. Di sekitar penemuan menhir itu, pernah pula ditemukan batu berpermukaan datar, yang diduga dolmen. Sayangnya, batu itu sudah hilang.

Prasasti Tapak Kaki Si Jarang Pincang

Prasasti Tapak Kaki
Prasasti tapak kaki di Desa Air Raman Kecamatan Bermani Ilir | Foto: Dok. PROGRES KEPAHIANG

Situs yang diduga dari zaman prasejarah lainnya yakni Prasasti Tapak Kaki Si Jarang Pincang. Situs ini terletak di Desa Air Raman Kecamatan Bermani Ilir. Menurut warga setempat, situs ini belum pernah diteliti, sehingga misteri prasasti ini masih simpang siur dan menjadi misteri.

Tapak kaki yang berada di atas batu ini terlihat jelas dan berukuran sekitar satu meter persegi. Legenda warga setempat, tapa kaki itu adalah bukti atau petunjuk yang sengaja ditinggalkan si Jarang Pincang agar diketahui oleh keturunannya.

Situs Neolitikum Kelilik

Baca: Tempayan Zaman Neolitikum Kembali Ditemukan di Tambang Arbi

Situs ini sudah diteliti oleh arkeolog dari Balai Cagar Budaya Jambi, Sumatera Selatan, peneliti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadja Mada (UGM). Diduga peninggalan prasejarah ini berasal dari zaman neolitikum.(pid)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY