Disergap 2 Panser Belanda Kapten Salim Batubara Gugur

204
ilustrasi panser
Ilustrasi | Sumber: Antara Foto/Tirto.id

Di Desa Penanjung Panjang

PROGRESKEPAHIANG.com – Kapten Salim Batubara merupakan salah satu pejuang kemerdekaan RI yang berjuang di wilayah Kepahiang. Prajurit gagah berani  yang menjabat Komandan Batalyon I Bengkulu itu akhirnya gugur setelah disergap 2 tank panser dan 1 tank mini pasukan Belanda.

Salim Batubara tewas tertembak di areal persawahan di tepian Sungai Air Kotok Desa Penanjung Panjang, Tebat Karai Kepahiang, 11 Februari 1949.

”Jasad prajurit yang gugur sebagai kesuma bangsa dikebumikan di Desa Penanjung Panjang,’’ jelas Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Dikbud Kepahiang, Firmansyah.

Dikatakan, sebelum disergap, Salim Batubara bersama pasukannya sedang berada di Desa Embong Ijuk, Bermani Ilir. Tiba-tiba, muncul pasukan Belanda yang diperkuat 2 tank panser dan 1 tank mini yang langsung mengepung tempat persembunyian Salim Batubara dan pasukannya.

“Saat itu, Salim Batubara bersama pasukannya berusaha melakukan perlawanan dengan persenjataan seadanya. Namun, pasukan Belanda yang dilengkapi 2 panser dan 1 tank mini terus berusaha merangsek. Merasa terdesak, Salim Batubara dan pasukannya langsung bergerak mundur. Tapi, Belanda terus melakukan pengejaran sambil memberondongkan tembakan. Akhirnya, Salim Batubara tewas tertembak tentara Belanda di Desa Penanjung Panjang,’’ ujar pria yang akrab disapa Emong Suwandi ini.

Emong
Firmansyah (Emong Soewandi) | Foto: Rahman J/PROGRES KEPAHIANG

Menurut Emong, dari foto dokumentasi yang ada, pemakaman Salim Batubara itu bukan hanya dihadiri para pejuang dan masyarakat Desa Penanjung Panjang. Tapi, ada beberapa tentara Belanda yang ikut memberikan penghormatan terakhir kepada prajurit gagah berani yang gugur itu.

“Kepahiang memiliki beberapa prajurit yang gagah berani yang gugur dalam pertempuran melawan penjahan. Mereka adalah, Letkol. Santoso, Kapten Salim Batubara, Kapten Syahrial, dan Sersan Abu Hanifah. Nama para pejuang ini hanya dimanfaatkan sebagai nama jalan di Kota Kepahiang. Untuk itulah, kita berniat mengusulkan para pejuang ini sebagai pahlawan. Kalaupun tidak masuk dalam kategori pahlawan nasional, setidaknya bisa dimasukan sebagai  pahlawan Provinsi Bengkulu yang dikukuhkan dengan SK Gubernur atau SK Bupati sebagai penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI,’’ demikian Emong Suwandi. (rjs)



Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY