Hal Ini yang Ditonjolkan Kelompok Radikal Untuk Pengaruhi Warga

269
Diskusi
Diskusi Kebangsaan yang digelar PC GP Ansor di aula Setda Kepahiang | Foto: PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Kelompok Islam radikal di seluruh dunia biasanya memanfaatkan ayat Al-Qur’an dan Hadits dengan tafsir dan pemahaman yang sempit. Dalil itu kemudian dimanfaatkan untuk memengaruhi warga untuk mengikuti kelompoknya.

Demikian diungkapkan akademisi STAIN Curup, Rejang Lebong, Mabrur Syah dalam acara Diskusi Kebangsaan Membentengi Umat dari Kelompok Radikalisme yang digelar PC GP Ansor Kepahiang di aula Setda Kepahiang, Selasa (2/5/2017).

“Dalam Bahasa Arab, radikalisme disebut dengan istilah syiddah at-tanatu yang artinya keras, berpikiran sempit, rigit, serta memonopoli kebenaran. Jadi Muslim radikal adalah orang Islam yang berpikiran sempit, kaku dalam memahami Islam, bersifat eksklusif, dan memonopoli kebenaran,” terang Mabrur.

Mabrur menjelaskan, paham radikalisme telah ada sejak zaman Rasulullah SAW dan Ali Ibnu Abi Thalib, yakni kaum khawarij. Kelompok ini biasanya menyebarkan pemahaman jihad dalam arti sempit dengan tujuan melakukan perlawanan terhadap semua yang mereka anggap sebagai lawan.

“Biasanya kelompok radikal menyebarkan pemahaman jihad dalam arti sempit. Dengan berjihad cara mereka ini, mereka mendoktrin pengikutnya akan masuk surga dan dipeluk bidadari,” ujar Mabrur yang disambut gelak tawa peserta diskusi.

Selain itu, kelompok radikal juga berpikir takfir, yakni menilai golongan lain dalam Islam yang berseberangan paham dengan kelompoknya sebagai orang yang kafir

“Dalam hukum Islam yang benar, Muslim yang mengkafirkan orang lain maka dia sendiri yang adalah kafir. Mengkafirkan orang lain dalam Islam jelas dilarang, terlebih lagi sembarang diucapkan. Takfir atau mengakfirkan orang ini merupakan salah satu ciri khas dari paham radikalisme dalam Islam,” terang Mabrur.

Sekda: Jangan Sampai Paham Radikalisme Tumbuh

Sebelumnya Sekretaris Daerah Kepahiang Zamzami Zubir menjelaskan bahwa radikalisme merupakan paham yang harus ditekan pertumuhannya.

“Paham radikal ini jangan sampai berkembang, kalau sudah berkembang nanti sulit diberantas, tapi kalau baru tumbuh bisa kita atasi, asalkan semua bersatu menentang paham ini,” ungkap Zamzami dalam sambutannya.

Diskusi
Diskusi Kebangsaan menyikapi radikalisme | Foto: PROGRES KEPAHIANG

Untuk diketahui, Diskusi Kebangsaan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Ketua KNPI Kepahiang Windra Purnawan, Ketua PC GP Ansor Kepahiang Supran Efendi, Kasat Intelkam Polres Kepahiang, Kepala Kesbangpol Zen Pinani dan narasumber lainnya.(pid)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

LEAVE A REPLY