Dalam RAPBD 2018, Disparpora Usulkan Dana Pengembangan Wisata Rp 20 Miliar

194
Rumah adat
Rumah adat yang dibangun di Jl Aipda Mu'an di dekat gedung DPRD Kepahiang yang masih dalam tahap pengerjaan | Foto: Rahman Jasin/PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Untuk mengembangkan sektor pariwisata daerah, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kepahiang telah mengusulkan anggaran dana senilai Rp 20 Miliar.

“Usulan dana Rp 20 miliar itu sudah kita sampaikan dalam RAPBD 2018. Dana itu akan digunakan untuk kegiatan fisik dan pembebasan lahan,’’ jelas Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Disparpora Kepahiang, Syartoni, Kamis, (19/10/2017).

Dikatakan, objek wisata alam yang akan dibenahi itu diantaranya pembangunan sarana dan prasarana pendukung agrowisata di kawasan perkebunan teh Kabawetan. Mulai dari pembangunan tribun dan panggung di Lapangan Kelurahan Tangsi Baru dan Lapangan Desa Sidorejo. Serta pembenahan kawasan wisata alam air terjun Desa Sukasari, termasuk pengadaan lahan di objek wisata alam Danau Suro Ilir.

“Selain itu, tahun 2018 juga kita akan menggarap pengembangan wisata alam taman wisata alam (TWA) Bukit Kaba. Kawasan hutan wisata ini akan bisa dinikmati pelancong mulai dari pintu masuk di Desa Air Sempiang hingga ke puncak. Di kawasan itu ada 2 objek menarik. Yakni air terjun dan sumber air panas. Kini proses perizinannya masih dalam proses penyelesaian,’’ tutur Syartoni.

Syartoni
A Syartoni | Foto: Rahman Jasin/PROGRES KEPAHIANG

Sedangkan di tahun 2017, Disparpora telah merealisasikan 2 program fisik. Yakni, pembangunan gedung Tourism Information Centre (TIC) senilai Rp 1,2 miliar di Jalan Aipda Mu’an.

“Kini, gedung TIC itu masih dalam tahap pengerjaan. Di sebelahnya ada rumah adat yang juga dibangun dengan dana Rp 1,9 Miliar,’’ demikian Syartoni. (rjs)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
BAGIKAN

LEAVE A REPLY