Kementan Sebut Kepahiang Siap Jadi Sentra Bawang Merah Sumatra

Januari 3, 2021
Agribisnis Pertanian 0   192 views 0
Bawang merah

Ilustrasi: Istimewa

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut Kabupaten Kepahiang siap menjadi salah satu sentra penghasil bawang merah di Indonesia, khususnya kawasan Sumatra. Ini diungkapkan Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (31/12/2020).

Dinukil dari Monitor.co.id dengan berita berjudul ‘Kepahiang Siap Menjadi Sentra Bawang Merah di Sumatra‘ Prihasto menyatakan, sangat mendukung pengembangan kawasan hortikultura baik aspek hulu dari perbenihan hingga pascapanen hortikultura. Kepahiang adalah salah satu daerah yang siap untuk perbenihan bawang merah.

“Kami juga mendorong petani bawang merah untuk menjadi penangkar benih sehingga ke depan dapat mandiri benih. Bahkan bukan mustahil Kepahiang bisa menjadi pemasok benih bawang merah untuk wilayah sekitarnya,” ungkap Prihasto via pesan tertulis.
Terpisah, salah seorang petani dan penangkar benih bawang merah di Kecamatan Kabawetan, Ayok mengaku sudah 5 tahun menanam bawang merah. Hasilnya memuaskan, bahkan sampai 10 ton per hektare.“Sebelumnya petani di daerah sini (Kabawetan) belum banyak yang menanam bawang merah. Setelah melihat keberhasilan petani melakukan budidaya bawang merah, yang lain banyak ikut nanam bawang. Varietas batu ijo cocok untuk daerah dataran tinggi seperti Kepahiang, selain mudah dibudidayakan dan hasilnya bisa maksimal,” ujar Ayok.

Ayok beserta para petani lainnya mengaku senang mengembangkan bawang merah. Menurutnya, baru beberapa kali tanam sudah menunjukkan hasil yang baik.

“Kami berharap ada pembinaan yang terus menerus dari pemerintah dari segi pemanfaatan teknologi budidaya sehingga produktifitasnya dapat maksimal dan meningkatkan kesejahteraan petani. Harga jual bawang merah di Kepahiang bagus,” jelas Ayok.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang, Budi menjelaskan, pembinaan dan pengawalan budidaya bawang merah akan terus dilakukan.

“Dinas Pertanian Kepahiang terus mendorong pengembangan bawang merah di Kabupaten Kepahiang ini. Kami akan melakukan pembinaan kepada petani dan penangkar benih bawang merah yang ada di Kepahiang,” ujar Budi.

Ia berujar, pada 2021 akan mengembangkan lagi kawasan bawang merah seluas 100 hektare. Varietas yang ditanam rencananya menggunakan benih biji (true shallot seed) lokananta dan benih umbi batu ijo.

“Varietas batu ijo banyak diminati petani karena memiliki produktifitas yang bagus. Secara fisik, batu ijo memiliki warna umbi merah muda. Jumlah anakan 2 sampai 5 umbi setiap rumpun dan sangat cocok di dataran tinggi,” demikian Budi.

 

Sumber: Monitor.co.id



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.