Musim Hujan, Petani Butuh 2 Minggu Lebih Keringkan Kopi

April 24, 2019
Perkebunan 0   396 views 0
Menjemur kopi

Asmawi, petani kopi di Desa Taba Tebelet saat menjemur biji kopi (Foto: Koko/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Musim hujan yang masih berlangsung membuat petani kopi membutuhkan waktu 2 minggu atau lebih agar bisa mendapatkan biji kopi yang kering hingga dapat digiling.

Menurut petani kopi di Dusun Kroya Desa Taba Tebelet, Kecamatan Kepahiang Asmawi, proses panjang itu akan semakin panjang  akibat cuaca sering hujan.

“Ya kalau musin hujan seperti sekarang ini, untuk dapat menghasilkan kopi yang kering rata-rata dua minggu, malah bisa sampai satu bulan, baru kopi kopi bisa kita jual,” ungkap Asmawi belum lama ini.

Ia berujar, mengelola kopi memang cukup rumit dan panjang jika dibanding komoditas perkebunan lain seperti lada.

“Kopi itu  prosesnya panjang, mulai dari dipetik, kemudian dijemur sampai kering, lalu digiling, baru bisa dijual. Beda dengan lada sudah dipetik dan dikeringkan langsung bisa dijual,” terangnya.

Petani  kopi lainnya, Rosmeli juga menuturkan pengakuan serupa. Ia menerangkan, hujan yang hampir terjadi setiap hari memperlambat pengeringan biji kopi.

“Cuma bisa jemur kopi setengah hari, kalau siang sudah hujan. Kadang dari pagi sudah mendung, sudah mau ngeringkan kopi,” keluhnya.(koe)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.