Baru Sebulan Diresmikan Bupati, Pabrik Pupuk Ini Tuai Protes Warga Desa Kutorejo

  • Bagikan
peresmian pabrik pupuk
Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayattullah Sjahid MM saat menyampaikan sambutan pada acara peresmian pabrik pupuk organik HRRD Desa Kutorejo (Foto: Diskominfo/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Pabrik pengolahan pupuk organik di Desa Kutorejo Kecamatan Kepahiang mulai menuai protes warga setempat. Pasalnya, pengolahan pupuk dari pabrik ini mulai menimbulkan bau tidak sedap.

Warga Desa Kutorejo, Ari (41 Tahun) menuturkan, sejak pabrik tersebut melakukan operasi pengolahan pupuk, ia sering mencium bau tak sedap dari kediamannya.

“Pabrik ini cukup mengganggu. Bahkan kalau pas mau makan, tiba-tiba datang bau busuk dari pabrik itu, nafsu makan saya langsung hilang. Kadang pula, kalau ada tamu datang berkunjung, menanyakan bau apa ini,” aku Ari, Selasa (31/05/2022).

Warga Desa Kutorejo lainnya, Ferik menyarankan harus ada solusi dari polusi udara yang ditimbulkan dari pabrik yang baru sebulan lalu diresmikan oleh Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid tersebut.

“Harus ada solusi yang tepat agar baunya tidak sampai ke pemukiman warga. Kalau dibiarkan saja, lama-lama akan membuat warga tidak nyaman. Untuk itu pula, pihak pengelola dan juga Pemerintah Daerah harus bisa mencari solusi ini,” ungkap Ferik.

Ferik menegaskan, warga yang terganggu dengan bau tak sedap dari pabrik tersebut berencana mengadukan masalah ini ke DPRD Kepahiang jika tidak ada solusi dari pengelola pabrik.

“Kalau tidak ada solusi juga, kami akan layangkan laporan ke DPRD. Kami rasa wakil kami di DPRD adalah tempat mengadu yang paling pas atas masalah ini,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Kutorejo H. Nurholis mengaku akan menghubungi pengelola pabrik agar secepatnya mencari solusi atas persoalan tersebut.

“Kami dari Pemerintah Desa kalau memang jelas masyarakat mengeluhkan adanya polusi udara atau bau tak sedap yang dikeluarkan pabrik pupuk organik itu, kami terlebih dahulu akan menghubungi pengelola pabrik supaya dicari solusinya,” jelas Nurholis.

Toko Masyarakat Kutorejo Pedito Alam juga menyarankan hal serupa. Menurutnya, Pemdes Kutorejo perlu memasilitasi agar pengelola pabrik pupuk mencari solusi yang tepat.

“Kami siap memfasilitasi dan mengkomunikasikan dengan pihak pemilik bagaimana solusi terbaiknya,” singkat Pedito.

Sementara itu, pengelola pabrik pupuk organik HRRD Desa Kutorejo, Revo T. S Guntoro saat dikonfirmasi sedang tidak berada di tempat. Jurnalis telah mencoba mendapatkan hak jawab via WhatsApp, namun belum mendapat tanggapan, hingga berita ini diterbitkan.

Untuk diketahui, pabrik pupuk organik HRRD Desa Kutorejo ini diresmikan Bupati Hidayat pada Kamis (30/03/2022). Pabrik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pupuk bagi lahan pertanian di Kepahiang saat pupuk anorganik sedang mahal-mahalnya. Selain itu, pupuk organik dinilai lebih ramah lingkungan serta menghasilkan hasil pertanian dan perkebunan yang sehat.(red)

Ayo bersama menjaga aset



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.