Proyek Ring Road Tak Pernah Diusulkan Warga, Ketua DPRD: Ini Mubazir

Ketua DPRD Kepahiang Windra Purnawan SP saat berbincang dengan Kadis PUPR Rudi Andi Sihaloho ST disela-sela sidak pembangunan ring road di kawasan Masjid Agung Baitul Hikmah (Foto: Koko/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Proyek pembangunan jalan lingkar (ring road) Masjid Agung Kepahiang mendapat sorotan Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang Windra Purnawan. Ia menyebut pembangunan ring road tersebut tidak memiliki azas manfaat dan tak pernah diusulkan warga.

“Ini proyek sikok bagi duo. Jelas merupakan proyek sia-sia, mubazir dan omong kosong. Pembangunan ring road ini tak melihat azas manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kepahiang,” tegas Windra disela-sela inspeksi mendadak (sidak) di proyek tersebut bersama Komisi 3 DPRD Kepahiang, Senin (5/9/2022).

Menurut Windra, proyek ring road itu merupakan pengalihan volume atas pembagunan jalan di Simpang Kota Bingin menuju Lubuk Penyamun Kecamatan Merigi. Ia juga mengatakan, selama 3 tahun diadakan reses, tidak ada warga yang mengusulkan pembangunan ring road.

“Selama 3 tahun reses anggota DPRD, tidaak pernah ada usulan warga minta dibangun jalan ini. Masih banyak prioritas kebutuhan jalan yang dibutuhkan warga. Jadi, mengapa harus jalan ini, kan ada banyak usulan warga yang prioritas,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kepahiang Rudi Andi Sihaloho yang hadir pada sidak tersebut mengatakan, pengalihan proyek pembangunan jalan ini telah sesuai dengan arahan dan restu Bupati Kepahiang.

“(Pengalihan proyek) ini sudah seizin bupati,” ucapnya.

Ia mengatakan, proyek Jalan Simpang Kota Bingin-Lubuk Penyamun dianggarkan sekira Rp 5 Miliar. Namun, di tengah lokasi pembangunan jalan tersebut ada Desa Watas Marga yang merupakan milik Kabupaten Rejang Lebong.

ring road
Ketua DPRD dan Komisi III DPRD Kepahiang melakukan sidak pembangunan ring road (Foto: Humas DPRD/PROGRES.ID)

“Di tengah kedua desa itu ada desa lain, yakni Desa Watas Marga yang notabene merupakan jalan Rejang Lebong. Karena kita tidak bisa bangun di lokasi itu, sisa anggarannya kita alihkan pembangunan ring road yang panjangnya sekitar 400 meter,” jelas Rudi.

Pada bagian lain, Windra meminta Komisi III segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas PUPR.

“Saya minta Komisi III untuk sesegera mungkin melakukan pemanggilan Dinas PUPR dan meminta seluruh dokumen terkait keabsahan kontrak serta terkait pengalihan pekerjaaan jalan ini,” tegasnya lagi.(koe)

sukseskan anbk smp



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.