2 ASN Tercatat Bolos Kerja Hari Pertama Usai Libur Lebaran, Ini Sanksinya

Juni 10, 2019
Berita Utama Birokrasi 1   1.4K views 0
Apel perdana usai lebaran

Apel perdana usai cuti bersama Idul Fitri 1440 H (Foto: Dok. Diskominfo/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Pemkab Kepahiang mencatat dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disebut bolos kerja atau tidak hadir tanpa keterangan pada hari pertama masuk kerja usai cuti bersama Lebaran 2019.

Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Daerah Pemkab Kepahiang Julian Muda Parsah menegaskan, dua ASN itu akan mendapat sanksi pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 2 persen.

“Tingkat disiplin pegawai kita termasuk tinggi, dari ribuan pegawai di banyak instansi hanya ada dua pegawai yang tidak masuk tanpa keterangan.Dua orang ini nanti akan disanksi, sanksinya adalah pemotongan TPP bulan Juni sebesar 2 persen,” tegas Julian, Senin (10/06/2019).

Julian mengakui, ada sejumlah ASN yang juga tidak masuk kerja pada hari pertama kerja usai cuti bersama Lebaran, namun ada dasar yang kuat dan jelas.

“Selebihnya ada yang izin cuti melahirkan dan memang mengambil cuti tahunan,” terang Julian.

Ia berujar, jumlah ASN Pemkab Kepahiang yang hadir di hari pertama kerja itu sebanyak 3.270 orang. “Angka itu sudah termasuk guru dan tenaga kesehatan. Mereka ini memang disiplin karena memang ada sanksinya atau memang karena kesadaran pentingnya kedisiplinan, tentu tidak bisa kita ukur. Intinya mayoritas datang pada hari ini,” jelasnya.

Julian Muda

Julian Muda Parsah (Foto: Dok. PROGRES KEPAHIANG)

Tak hanya itu, lanjut Julian, sanksi juga akan diberikan kepada ASN yang tidak hadir pada peringatan upacara Kelahiran Pancasila pada Sabtu (1 Juni 2019).

“Pegawai yang tidak ikut upacara Hari Lahir Pancasila sebelum Lebaran kemarin juga disanksi. Sanksinya berat juga, yaitu akan ditunda kenaikan pangkatnya selama satu tahun,” demikian Julian.(pid)



One Comment

Bastian

Kalau penundaan kenaikan pangkat saya rasa bijak sekali pak, tapi kalau pemotongan tunjangan hanya 2% saya rasa belum adil pak, menimbang masih ribuan sarjana diluar sana sangat ingin menjadi ASN yg disiplin terhadap waktu. Misalnya tunjangan yg didapatkan 100ribu maka dgn kebijakan tersebut ASN bolos masih mendapatkan 98rb, nggak menimbulkan efek jera kedepannya.

Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.