Audiensi dengan Komisi II DPRD, Wabup Netti Minta Anggaran Bentuk Satgas Berantas Kekerasan Perempuan & Anak

Januari 28, 2020
Birokrasi 0   169 views 0

Audiensi Wabup ke Komisi IIKEPAHIANG, PROGRES.ID – Wakil Bupati Kepahiang Netti Herawati mengharapkan Komisi II DPRD  Kepahiang dapat mendorong peningkatan anggaran untuk menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kepahiang. Ini dikemukakannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Kekuarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) di ruang Komisi II DPRD, Selasa (28/01/2020).

“Saya minta DPRD melalui komisi II dalam audiensi ini untuk memprioritaskan program menekan tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak ini melalui dukungan anggaran pada Dinas PPKB P3A. Kami butuh dukungan anggaran dalam pembentukan Satgas sosialisasi pencegahan dan pendampingan terhadap perempuan dan anak, juga bagi anak dan perempuan korban kekerasan,” ungkap Netti.

Netti juga mengharapkan DPRD dapat memberikan pemahaman kepada Pemerintah Desa (Pemdes) untuk dapat mengalokasikan anggaran untuk pemberdayaan perempuan dan anak.

“Kami juga minta kepada Komisi II untuk dapat memberikan pemahaman kepada para kep1ala desa untuk dapat mengalokasikan anggaran dan memberikan pemahaman tentang pentingnya pemberdayan perempuan dan anak. Ini penting untuk mencegah kekerasan anak dan perempuan. Pemdes kan punya Dana Desa dan ADD, dan anggaran di desa juga bisa lebih dioptimalkan dengan program tersebut,” sampai Netti.

Kepahiang Darurat Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak

Wabup Netti menyebut, Kabupaten Kepahiang sudah masuk dalam darurat kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Untuk saat ini sudah ada laporan 7 Kasus di Polres Kepahiang yang berhubungan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Sudah ada 7 kasus terkait ini di Polres Kepahiang. Ini memprihatinkan. Untuk itu kami datang ke komisi II dalam rangka memohon dukungan DPRD melalui Komisi II untuk mendukung dan memprioritaskan permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak ini dari sisi anggaran dan pengawasannya,” imbuhnya.

Ketua Komisi II DPRD Kepahiang, Bambang Asnadi berujar, menyikapi tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak, DPRD berharap semua orang tua, OPD dan Pemerintah Kecamatan, Pemdes dan Pemerintah Kelurahan dapat berperan aktif memberikan edukasi mengentaskan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami meminta agar semua orangtua maupun stake holder yang ada, baik itu Dinas PPKB-P3A, Dinas PMD dan Dinas Sosial serta Kades dan Lurah untuk menyamakan persepsi terhadap permasalahan ini, termasuk para orang tua, supaya bekerja sama mengedukasi bagi paham, bahwa perempuan itu harus diayomi,” kata Bambang.

Bambang juga mengharapkan masyarakat Kabupaten Kepahiang bisa mempertahankan predikat Kepahiang sebagai Kabupaten Layak Anak.

“Jangan lagi ada kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik dalam bentuk fisik maupun psikologis. Harapan kita agar Kepahiang ini menjadi kabupaten yang ramah anak, layak anak dan lingkungan, terutama dalam keluarga maupun dengan orang lain. Tentu bukan tugas pemerintah daerah sendiri, melainkan ada kerjasama. Saya sendiri di desa menjadi perangkat masjid, saya sendiri dengan uang pribadi membayar guru ngaji untuk anak-anak kami di Penanjung Panjang agar menghindari hal seperti ini,” jelasnya.

Terkait dukungan anggaran, Bambang mengatakan harus ada diskusi yang lebih jauh dengan OPD lainnya, tidak hanya DPPKB-P3A.

“Mengenai dukungan anggaran, kami minta Ibu Wabup untuk terlebih dahulu memanggil OPD terkait, baik itu Dinas Kesehatan, Dinas PMD dan Kades agar menyatukan persepsi terlebih dahulu dalam hal anggaran dan sebagainya. Setelah itu sampaikan kepada kami untuk dapat kami bahas bersama pimpinan mengambil langkah selanjutnya. Kami di DPRD selagi itu untuk kepentingan yang baik bagi masyarakat Kepahiang, pasti kami dukung,” tegas Bambang pada audiensi yang dihadiri anggota Komisi II Riswanto dan Nanto Usni, Asisten 1 Setda Burlian, dan Sekretaris DPPKB-P3A Linda Rospita.(rls/pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.