Belanja RAPBD Kepahiang Diproyeksi Tembus Rp 1,1 Triliun

September 6, 2021
Berita Utama Birokrasi 0   187 views 0
penyerahan rapbd

Penyerahan dokumen Rancangan APBD 2022 dan RAPBD Perubahan 2021 dari Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM kepada Ketua DPRD Windra Purnawan, SP didampingi FKPD (Foto: Humas DPRD/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Total belanja daerah dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Kepahiang Provinsi Bengkulu tahun 2022 diproyeksikan mencapai Rp 1,1 Triliun.

Ini disampaikan Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid pada sidang paripurna DPRD Kabupaten Kepahiang dengan agenda penyampaian Nota Pengantar Raperda APBD Kabupaten Kepahiang tahun 2022 dan Nota Pengantar Perubahan APBD 2021, Senin (06/09/2021) di ruang sidang utama DPRD Kepahiang.

Struktur RAPBD Kepahiang tahun 2022 ini terdiri dari pendapatan daerah senilai Rp 902.568.348.642.00 dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 38.884.340.652.00, pendapatan dari transfer pusat sebesar Rp 846.484.507.990.00, lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 17.199.500.000,00.

“Belanja daerah senilai Rp1.173.724.662.093,00. Rinciannya belanja operasi sebesar Rp 604.583.090.458,00, belanja modal sebesar Rp.434.654.843.195,00, belanja tak terduga sebesar Rp 2.200.000.000,00 dan belanja transfer senilai Rp 132.286.728.440,00,” ujar Bupati Hidayat.

Ia menambahkan, penerimaan pembiayaan daerah berupa pinjaman daerah sebesar Rp 150 Miliar dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 17.298.266.500,00.

“Dengan demikian defisit anggaran setelah dikurangi pembiayaan netto dalam Rancangan APBD tahun 2022 adalah sebesar Rp 138.454.579.951,00, “sampainya.

RAPBD Perubahan 2021 Masih Defisit

Sedangkan struktur rancangan pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah pada perubahan APBD Tahun 2021 setelah perubahan terdiri dari pendapatan sebesar Rp 784.454.392.653,00. Rinciannya adalah PAD sebesar Rp 38.396.846.749,00, pendapatan transfer sebesar Rp724.887.239.909,00, kemudian pendapatan daerah lainnya yang sah sebesar Rp 21.170.305.995,00.

“Kemudian belanja daerah Rp 852.939.874.058,00 terdiri dari belanja operasi sebesar Rp. 31.742.534.491,00, belanja modal sebesar Rp 171.522.214.783,00, belanja tidak terduga sebesar Rp 5 Miliar, belanja transfer sebesar Rp 144.675.124.784. Kemudian pembiayaan daerah terdiri dari Silpa tahun 2020 sebesar Rp 582.336.778,01. Selanjutnya penerimaan pinjaman daerah sebesar Rp 14.327.907.000, pengeluaran pembiayaan daerah terdiri dari pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp 11.298.266.500. Dengan demikian defisit pada Rancangan Perubahan APBD 2021 sebesar Rp 64.873.504.127,00,” papar Hidayat.

Bupati Hidayat juga mengharapkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) da Badan Anggaran (Banggar) DPRD dapat mencari solusi bersama menutupi defisit anggaran.

“Kami berharap dalam pembahasan selanjutnya TAPD bersama Banggar dapat membahas dengan seksama sehingga dapat menghasilkan solusi sehingga defisit dimaksud dapat ditutupi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang Windra Purnawan yang memimpin rapat paripurna mengatakan akan menindaklanjuti dua usulan Raperda tersebut dalam bentuk bentuk tanggapan, koreksi maupun saran yang mengacu pada regulasi yang berlaku.

“Tanggapan, koreksi maupun saran akan diberikan dalam pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Kepahiang yang akan kita laksanakan pada rapat paripurna tanggal 07 september 2021,” ucap Windra.(rls/red)

Jaga Cagar Budaya



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.