Bupati Hidayat: Paling Susah Mempertahankan Opini WTP

Oktober 4, 2019
Birokrasi 0   184 views 0
Bupati Hidayat

Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM, IPU memberikan sambutan pada acara pemberian penghargaan CST dan DID di aula Setda Kepahiang (Foto: Dinas Kominfo/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid menilai mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dari BPK lebih sulit dibanding mendapatkan opini tersebut.

“Alhamdulillah kita bisa menyelesaikan itu semua, terhadap laporan yang diaudit. Nah, sekarang yang paling susah adalah bagaimana mempertahankan WTP ini. Oleh karena itu semua pengelola OPD harus berhati-hati, semua harus sesuai dengan aturan pemerintahan,” ungkap Bupati Hidayat saat menyampaikan sambutan pada acara penerimaan penghargaan Capaian Standar Tertinggi (CST) dan DID di aula Setda Kepahiang, Jumat sore (04/10/2019).

Ia menuturkan, dengan meraih WTP bukan berarti tidak ada pelanggaran dalam LKPD. Pelanggaran masih ada, namun jumlahnya masih dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

“Bukan tidak ada pelanggaran tidak, pelanggaran masih ada, tapi bersifat administratif dan harus diselesaikan dalam 60 hari (setelah penyerahan opini). Alhamdulillah kita bisa menyelesaikan itu semua,” tutur Hidayat.

Penghargaan terkait WTP yang diterima Pemkab Kepahiang, lanjut Hidayat, jangan sampai membuat lengah dalam pengelolaan LKPD. Ia memastikan kepada OPD agar tetap berbuat yang terbaik.

“Sebagai apresiasi dari kementerian, kita mendapatkan penghargaan. Kita lihat dua hal, sisi positif untuk kita menjadi motivasi untuk memperbaiki, kedua jangan sampai kita lengah. Kan ada itu (pepatah) ‘Setajam-tajamnya kritik adalah obat, pujian akan membuat kita lengah’. Nah jadi bagaimana kedepan mempertahan WTP ini lebih baik lagi,” jelasnya.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.