Rapat Dengan Dinas KPP, Komisi II DPRD Tekankan Inovasi

November 13, 2019
Birokrasi Lingkungan 0   199 views 0
Bambang Asnadi

Ketua Komisi II DPRD Kepahiang Bambang Asnadi saat memimpin rapat dengar pendapat (Foto: Humas DPRD/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Komisi II DPRD Kabupaten Kepahiang meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) untuk inovatif dalam mengelola aset dan menjalankan tugas dan proyek. Ini diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Bambang Asnadi saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi II DPRD, Rabu (13/11/2019).

“Hari ini kita tekankan agar OPD lebih inovatif, bukan lagi cerita, tapi kinerja,” ucap Bambang.

Jika menemui kendala, OPD tidak boleh menunggu solusi datang, namun berinovasi dan mencari solusi atas permasalahan tersebut.

“Kalau ada masalah, misalnya kolam BBI yang tidak bisa beternak ikan karena sumber airnya berkurang, kan bisa sampaikan kepada Dinas PU untuk membuatkan irigasi sebagai aliran sumber air. Anggota komisi II yang di Banggar dapat memberikan masukan kepada PU untuk membangun itu. Jangan putus komunikasi, komunikasi seperti ini yang perlu kita bangun, sehingga kolam yang ada dapat dimanfaatkan maksimal. Begitu juga dengan program lain yang terkendala, komunikasikan,” terang Bambang.

Anggota Komisi II lainnya, Joko Triono juga menyarankan agar Dinas KPP bisa memaksimalakn potensi perikanan. Pasalnya, itu merupakan salah satu pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau dimaksimalkan potensi kolam pembibitan ikan itu, tentu bisa mengahasilkan PAD. Sayang ini selalu ada kendala,” ungkap Joko pada rapat yang diikuti anggota Komisi II lainnya, Nanto Usni, Riswanto, Maryatun dan Eko Guntoro.

Pada RDP yang dihadiri lansgung Kepala Dinas KPP Kepahiang, Rukismanto dan didampingi para Kabid Dinas KPP, anggota Komisi II Eko Guntoro meminta, Dinas KPP tidak mematikan sumber-sumber penghasil PAD.

“Walaupun dana terbatas, kami minta Dinas Perikanan tidak mematikan potensi-potensi yang ada. Kalau dana belum dikucurkan, berinovasilah. Jangan sampai potensi yang ada diterbengkalaikan,” ujar Eko.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.