Sumber Kian Terbatas, Kepahiang Harus Berjuang Raup PAD

November 15, 2016
Berita Utama Birokrasi 0   110 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid mengungkapkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepahiang sangat minim jika dibanding kabupaten/kota lain di Indonesia. Dengan adanya Personel Peralatan Pembiayaan dan Dokumen (P3D) di sejumlah sektor, sumber pemasukan PAD semakin minim, sehingga Kepahiang harus berjuang meraup PAD. Demikian diungkapkannya pada sambutan acara Musyawarah Kabupaten (Muskab) III Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepahiang di aula Dinas Dikpora, Selasa (15/11/2016).

“PAD Kepahiang ini belum sampai Rp 50 Miliar. Jangan bandingkan dengan DKI atau Kutai Kertanegara. Jauh sekali, apa lagi setelah berbagai sumber pendapatan diambilalih ke provinsi, dari mineral, pertambangan, listrik, terminal, sumbernya semakin terbatas,” ungkap Hidayat.

Menurut Hidayat, perlu kerja keras di semua sektor untuk bisa mencapai PAD yang maksimal. “Kalau DKI Jakarta itu sudah triliunan, 2 Persen saja untuk kepala daerah sudah berapa yang didapat. Itu ada aturan Permendagrinya dan merupakan pendapatan kepala daerah yang sah, tapi saya tak mementingkan itu, yang terpenting adalah bagaimana PAD itu bisa dimaksimalkan untuk pembangunan,”  jelas Hidayat.

Hidayat mengatakan, Pemerintah Pusat seakan lupa masih ada wilayah di Indonesia Barat yang perlu dibangun. Saat ini Pemerintah Pusat mengalokasikan sekira Rp 700 Triliun untuk pembangunan di kawasan Indonesia Timur, padahal Provinsi Bengkulu adalah salah satu wilayah di Indonesia Barat yang masih sama pembangunannya seperti di Indonesia Timur.

“Di Indonesia Bagian Barat ada Kepahiang, ada Mukomuko, Benteng yang tidak lebih cantik dibanding wilayah di Indonesia Timur,” terangnya.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.