Berjalan Masuk Ke Mobil Tahanan, Bando Amin: Kejaksaan Ini Kita Ikut Bangun

Mei 28, 2018
Berita Utama Hukum 0   2.6K views 0
Bando Amin

Bando Amin saat tiba di depan Rutan Curup Rejang Lebong dan turun dari mobil tahanan | Foto: Hasan Basri/PROGRES.ID

PROGRESKEPAHIANG.com – Bupati Kepahiang Periode 2005-2010 dan 2010-2015, Bando Amin C Kader tetap melempar senyum khasnya saat dibawa petugas dari Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang ke mobil khusus yang membawanya ke Rumah Tahanan (Rutan) Curup, Rejang Lebong.  Ia dikawal ketat petugas kepolisian Polres Kepahiang.

Seraya berjalan menuju mobil tahanan, Bando Amin bergumam dan meyebut bangunan kantor Kejari dibangun atas prakarsanya.

“Kejaksaan ini kita ikut bangun,” gumamnya.

Lalu, jurnalis Progres.id pun meminta pernyataan hak jawab Bando Amin terkait penahanannya. “Ada pernyataannya pak?,” tanya jurnalis.

Bando pun mempertegas gumamannya yang sebelumnya ia sebut. “Nggak tahu ini. Kejaksaan ini kita ikut bangun ini, surat-suratnya belum selesai,” ungkap Bando yang langsung masuk ke mobil tahanan dan tak lagi menghiraukan pertanyaan jurnalis lainnya.

Bando Amin saat

Bando Amin menjawab pertanyaan jurnalis saat akan naik ke mobil tahanan | Foto: PROGRES KEPAHIANG

Pada bagian lain, Kepala Kejari Kepahiang H Lalu Syaifudin menegaskan bahwa Bando Amin telah berstatus tersangka dan ditahan.

“Hari ini sudah hadir tiga orang, dan ketiganya hadir yaitu saudara BA, mantan Bupati Kepahiang, SY, mantan KPA, Kuasa Pengguna Anggaran yang secara struktural menjabat Kabag Pemerintahan, kemudian Saudara S sebagai pemilk lahan dan pada saat yang sama menjabat sebagai ajudan bupati pada zamannya,” ujar Lalu pada konferensi pers yang didampingi Kasi Pidsus Rusdi Sastrawan, Kasi Intelijen Arya Marsepa dan Kasi Pidum Hironimus Tafanao, Senin (28/05/2018).

Kajari H Lalu Syaifudin MH didampingi Kasi Intelijen Arya Marsepa SH dan Kasi Pidsus Rusdi Sastrawan | Foto: Koe/PROGRES KEPAHIANG

Berdasarkan hasil audit BPKP, lanjutnya, kerugian negara akibat pengadaan lahan gedung Tourism Information Center (TIC) itu kurang lebih Rp 3,3 Miliar.

“Kerugian negara ditaksir mencapai kurang lebih Rp 3,3 Miliar. Terhadap BA dan S kita langsung lakukan penahanan dan sudah dibawa ke Rutan Curup,” sampainya.(koe)

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.