Di Pondok di Tengah Kebun Cabai, Pria Ini Simpan Sejumlah Paket Ganja

April 30, 2019
Hukum 0   536 views 0
Polres tangkap bandar narkoba

Satres Narkoba Polres Kepahiang menangkap tersangka bandar narkoba (Foto: Dok. Polres Kepahjiang/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Seorang warga Kelurahan Ujan Mas, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang berinisial AG (24 Tahun) ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Kepahiang pada Senin (29/04/2019).

Tim yang dipimpin langsung Kasat Narkoba Iptu Rahmat menemukan 1 paket besar ganja dan puluhan paket kecil siap edar yang disimpan di dalam pondok milik tersangka AG. Lokasi pondok itu tepat di tengah kebun cabai miliknya.

AG yang disangkakan sebagai bandar narkoba initelah menyiapkan paket ganja besar dan paket kecil-kecil siap edar.

“Saat dilakukan pengeledahan di dalam pondok milik tersangka AG, kita temukan 1 paket ganja ukuran besar dan puluhan paket kecil siap edar,” ungkap Rahmat saat menyampaikan keterangan pers, Selasa (30/04/2019).

Rahmat berujar, selain paket-paket ganja dan peralatan alat hisap sabu, polisi juga mendapat satu bungkus biji ganja siap tanam.

“Saat kita geledah secara seksama ditemukan 1 bungkus biji yang diduga biji ganja siap tanam, bong sebagai alat hisap sabu-sabu, kertas paper rokok dan puluhan korek api,” jelasnya.

Kronologi penangkapan terhadap tersangka AG yang merupakan pemuda tamatan SMK ini, sambung Rahmat, berawal dari penyelidikan petugas yang mendapat informasi ada bandar Narkoba yang sering bertransaksi di wilayah Kepahiang. Bandar narkoba itu berinisial MW (24 Tahun). Tersangka MW memang sudah menjadi target polisi dan diketahui merupakan teman akrab tersangka AG.

“Tersangka MW berhasil melarikan diri dengan cara masuk ke semak-semak hutan, ketika kepergok di tengah jalan menuju ke arah rumahnya dengan petugas kami yang pada saat itu akan menangkapnya,” jelas Rahmat.

Rahmat mengatakan, sempat terjadi kejar-kejaran di tengah pemukiman padat penduduk saat petugas hendak menangkap MW.

“Sempat terjadi aksi kejar-kejaran di tengah pemukiman yang padat penduduknya, yang kemudian tersangka MW melompat dan masuk ke semak-semak hutan dan petugas kehilangan jejaknya” jelasnya.

Rahmat menegaskan, tersangka AG saat ini masih harus menjalani pemeriksaan lebih jauh dan dia akan dijerat t Pasal 111 Ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009.

“Tersangka AG kita jerat Pasal 111 Ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 dengan ancaman penjara 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 Miliar, sedangkan untuk keberadaan tersangka MW yang berstatus DPO saat ini petugas sedang melakukan pengejaran,” pungkas Rahmat.(pid/rls)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.