Ingin Beli Pulsa, Warga Bogor Baru Ini Dipukul Adik Ipar di Simpang Jalan

Januari 2, 2021
Berita Utama Hukum 0   315 views 0
Satreskrim Polres Kepahiang

Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Wellwanto Malau bersama anggotanya memperlihatkan terlapor yang baru saja diamankan (Foto: Dok. Sat Reskrim Polres Kepahiang)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Satuan Reserse Kriminal Polres Kepahiang menangkap seorang warga Desa Bogor Baru Kecamatan Kepahiang berinisial IW (20 Tahun) pada Sabtu dini hari (02/01/2021) sekira pukul 02.30 WIB.

IW diduga melakukan penganiayaan terhadap kakak iparnya dan teranjam Pasal 351 ayat 2 KUHPidana tentang Tindak Pidana Penganiayaan. Kasus ini sebelumnya dilaporkan pelapor (korban) berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B-1140/XII/2020/BKL/RES KPH pada 23 Desember 2020.

Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Welliwanto Malau menjelaskan, kronologisnya dimulai pada Rabu (23/12/2020) sekira pukul 18.15 WIB. Saat itu pelapor berniat pergi ke salah satu toko untuk membeli pulsa handphone. Ia pun mengendarai sepeda motor. Namun, di persimpangan jalan, pelapor justru diserang oleh seseorang yang ternyata adik iparnya sendiri dengan bambu.

“Pelapor tiba-tiba diserang terlapor dengan menggunakan bambu. Mengetahui itu, pelapor reflek menangkis dengan tangan kirinya, namun ia langsung jatuh dari motor. Saat jatuh, ia dipukul lagi oleh terlapor sebanyak dua kali,” terangnya.

Welliwanto menuturkan, terlapor kemudian berlari menjauh usai memukul punggung kiri pelapor. Tak terima dengan perlakuan itu, pelapor kemudian melaporkannya ke Polres Kepahiang.

“Berdasarkan laporan itu, kami pada Sabtu tanggal 02 Januari 2020 sekira pukul 02.30 WIB, bersama Katim Buser dan anggota Tim Elang Juvi Sat Reskrim Polres Kepahiang melakukan penangkapan terhadap terlapor yang diduga melakukan tindak pidana penganiayaan,” jelasnya.

Tim yang dipimpin Kasat Reskrim Welliwanto tersebut kemudian mendapat informasi keberadaan terlapor, yakni di Desa Tertik Kecamatan Tebat Karai.

“Setelah tahu keberadaannya, kami langsung ke lokasi dan menangkap terlapor. Dia pun proaktif atau tidak melakukan perlawanan. Kami juga mengamankan satu bilah bambu dengan ukuran panjang lebih dari meter sebagai barang bukti yang digunakannya saat melakukan dugaan penganiayaan itu,” demikian Welliwanto.(red)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.