Lantaran Mogok Kerja, PT TUMS PHK 7 Sopir

Agustus 18, 2016
Hukum 1   403 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Manajemen PT Trisula Ulung Mega Surya (TUMS) melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 7 karyawannya yang bertugas sebagai sopir.

Mereka yang dipecat oleh perusahaan pengelolaan teh ulung Penanaman Modal Asing (PMA) asal Taiwan itu yakni Adit, Adi, Sukram, Heri, Bawor, Adi Gendut dan Apriman.

Para sopir itu di-PHK diduga karena melakukan aksi mogok kerja pada Sabtu (13/8/2016). Kemudian, pada hari Senin (15/8/2016) 7 sopir ini datang kembali bekerja seperti biasa, namun manajemen PT TUMS tak lagi mempersilakan mereka bekerja.

“Sabtu kemarin kami mogok kerja. Terus hari Senin rencananya kami mau kerja kayak biasanya. Tapi, rupanya hari itu kami enggak dikasih kerja, justru hari itu kami cuma duduk-duduk saja. Kemudian, hari Selasa pihak perusahaan ngasih surat PHK ke kami,” ungkap salah seorang sopir PT TUMS, yang juga warga Desa Babakan Bogor, Adit yang diamini rekannya yang lain.

Ia menjelaskan, mogok kerja yang dilakukan mereka ini merupakan bentuk protes kepada manajemen perusahaan yang meminta mereka mengirim barang ke Jakarta. Namun, pada pengiriman barang kali ini, para sopir itu akan dikawal oleh orang baru. Menolak dikawal, tujuh sopir ini pun mogok kerja.

“Kami merasa tak nyaman dengan adanya rencana pengawalan itu, seakan-akan perusahaan ingin memata-matai dan curiga dengan kami. Tak cuma dikawal, uang transport juga dipegang pengawal, jadi perjalanan kami akan makin tak nyaman lagi,” bebernya.

Ketua KSPSI Kabupaten Kepahiang, Edwar Samsi yang mendapat laporan pekerja tersebut menyayangkan sikap manajeme PT TUMS.

“Kami akan tindaklanjuti laporan pekerja ini.  Apa yang dilakukan PT TUMS ini menyangkut hidup warga kita dan tentunya pekerja yang jadi fokus KSPSI. Pastinya perusahaan harusnya menegur dulu, tidak boleh tiba-tiba menerbitkan surat PHK,” ungkap Edwar.(pid)

Banner BKD Kepahiang



One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.