Pulang Nonton Organ Tunggal, Hp Disikat, Perut Ditujah

Agustus 20, 2018
Hukum Peristiwa 0   1.3K views 0

Terduga Pelaku Diringkus Timsus Polres

PROGRES.ID, KEPAHIANG – Warga Desa Tertik, Kecamatan Tebat Karai bernama Kanter (23 Tahun) mengalami luka cukup parah di bagian perut dan harus dilarikan ke RS M Yunus Bengkulu.

Ini setelah Kanter diduga telah menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada Minggu (19/8/2018) sekitar pukul 01.30 WIB di Desa Taba Sating Kecamatan Tebat Karai.

Mulanya, Kanter pulang dari acara organ tunggal pesta rakyat dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Desa Taba Sating. Namun, saat ia berjalan masuk menuju salah satu gang, ponselnya disikat seseorang dan ia pun akhirnya ditujah dengan benda tajam.

Pelaku curas
Timsus Polres Kepahiang menangkap pelaku dugaan curas (Foto: Dok. Polres Kepahiang/PROGRES KEPAHIANG)

“Menurut keterangan korban, saat itu ia berhenti masuk gang. Rencananya mau buang air kecil, tapi sebelum kencing korban jongkok, kemudian korban mengeluarkan Hp-nya yang bermerek Xiaomi untuk mengetahui waktu/jam. Ketika korban hendak melihat jam, sesaat kemudian dari arah belakang korban datang pelaku berinisial DM (30 Tahun) dan langsung merebut HP milik korban,” jelas Kapolres Kepahiang AKBP Pahala Simanjuntak melalui Kanit Timsus Polres Kepahiang Ipda Tommy Sahri.

Mendapati itu, lanjut Tommy, secara spontan korban berdiri lalu mengejar pelaku ke arah belakang. Kanter sempat dapat mengejar dan memukul terduga di rahang bagian kanan. Kemudian terduga berbalik badan dan sesaat kemudian korban merasa lemas dan baru menyadari bahwa perutnya sudah terluka. Akhirnya korban mencari pertolongan dan ia pun dilarikan ke rumah sakit.

Timsus Polres Kepahiang akhirnya berhasil meringkus terduga DM pada Senin (20/08/2018) pagi sekira pukul 04.30 WIB di kediamannya di Desa Gunung Agung, Kecamatan Bermani Ilir.

“Terduga berhasil kami tangkap berkat kolaborasi dan kerja keras timsus dan unit Reskrim Polsek Tebat Karai. Keberhasilan ini juga atas kecermatan olah TKP ditambah dengan penggunan IT pelacakan posisi pelaku melalui tracking IMEI handphone milik korban yang dirampas pelaku DM,” ungkap Ipda Tommy.(koe)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.