Uang Palsu Rp 205 Ribu Diedarkan di Pasar Pagi Saat Subuh

Oktober 29, 2016
Hukum Peristiwa 0   230 views 0

PROGRESKEPAHIANG.com – Empat orang pedagang di Pasar Pagi (Kelurahan Pasar Kepahiang-Pensiunan) menjadi korban peredaran uang palsu (upal) pada Jumat (28/10/2016).

Empat pedagang itu yakni Warti, Umi, Tika dan Fifi. Uang yang diduga palsu itu mencapai Rp 205.000.

“Kita nggak tahu siapa yang belanja pakai uang palsu ini, yang jelas pas hari sudah terang saya pas ngitung uang, kok bentuknya aneh. Rupanya uang palsu, teman pedagang yang lain juga dapat uang seperti itu,”  ungkap Warti (36), pedagang sayur yang merupakan warga Kelurahan Pasar Ujung.

Warti mengaku sama sekali tak menyadari uang itu palsu saat transaksi, pasalnya waktu Subuh masih remang-remang.

” Pas Subuh kan tak begitu jelas, remang-remang. Jadi kita tak tahu kalau ada uang palsu yang dibelanjakan orang,”  terangnya.

Saat menduga uang itu palsu, Warti dan tiga pedagang lainnya melapor ke Markas Koramil Kepahiang. “Waktu tahu kami dapat uang palsu, ya kami lapor langsung ke Koramil,” terang Warti.

Terpisah, Danramil Kepahiang, Kapt Inf Tonny Antonny mengatakan jumlah total uang palsu yang telah diamankan dari pedagang Pasar Pagi senilai Rp 205.000. Rinciannya, 2 lembar pecahan Rp 50 Ribu, selembar pecahan Rp 100 Ribu dan selembar lagi Rp 5 Ribu.

Baca: SPBU Diduga Jadi Target Peredaran Uang Palsu

“Uang palsu yang kami amankan ini kertasnya kelihatan sekali palsunya. Jenisnya tak sama dengan yang pernah kami ditemukan di SPBU pada bulan April lalu. Yang dulu itu mirip sekali sama aslinya, kertasnya asli nominalnya palsu, yang ini kualitasnya lebih buruk,” jelas Tonny.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.