Pemprov Bengkulu Ingin Jadikan Batu Ampar Jadi Model Desa Tangguh Iklim

Juli 7, 2021
Berita Utama Lingkungan 0   318 views 0
desa tangguh iklim

Suasana diskusi Desa Tangguh Iklim di Balai Desa Batu Ampar yang dihadiri Dinas LHK Provinsi Bengkulu, Perwakilan Kemenkeu dan Dinas LH Kabupaten Kepahiang (Foto: Amin/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Pemprov Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu berniat menjadikan Desa Batu Ampar Kecamatan Merigi menjadi desa percontohan atau model desa tanguh iklim. Demikian diungkapkan Kepala Dinas LHK Provinsi Bengkulu Sorjun Ahyan saat diskusi yang digelar di Balai Desa Batu Ampar, Rabu (07/07/2021).

“Pak Gubernur menyoroti apa yang sudah dilakukan oleh Desa Batu Ampar yang mendeklarasikan diri sebagai desa tangguh iklim. Ini adalah awal diskusi kita dan akan kita lanjutkan di waktu berikutnya. Kami berniat menjadikan Batu Ampar ini sebagai model atau percontohan desa tangguh iklim di Provinsi Bengkulu,” ungkap Sorjun.

Sementara itu, Kepala Desa Batu Ampar Harwan Iskandar berujar, desa tangguh iklim ini terinisiasi oleh perubahan iklim yang berdampak pada memburuknya produksi perkebunan, terutama kopi.

“Beberapa puluh tahun lalu, tanaman kopi tidak perlu pupuk seperti yang dilakukan petani saat ini. Waktu itu, pupuknya alami, humus dari dedaunan yang jatuh. Buahnya lebat meski tanpa teknik sambung atau okulasi. berawal dari kondisi inilah, masyarakat tergerak ikut andil merealisasikan desa tangguh iklim ini,” terang Harwan.

Ia menambahkan, Desa Batu Ampar telah menanam bambu di sepanjang pinggir sungai untuk menjaga mata air tetap murni dan terjaga.

“Untuk menjaga mata air ini, kita sudah menanam bambu di sepanjang bantaran sungai. masyarakat pun bisa mengambil rebung untuk dijual atau diolah, sehingga ada nilai ekonomis dari program kami ini,” tambahnya.

Pada kesempatan itu pula, Ketua Perempuan Alam Lestari (PAL) Desa Batu Ampar, Supartina Paksi mengungkapkan, PAL sudah melakukan penanaman tanaman kayu-kayuan yang juga bisa diambil manfaatnya sebanyak lebih dari 4.000 batang di TWA yang memang berdampingan dengan Desa Batu Ampar.

“Kami sudah menanam pohon seperti alpukat, durian, jambu di kawasan. Kami juga menanamnya di kebun-kebun kami agar bisa diambil manfaatnya, selain kopi. Itu semua kami lakukan secara swadaya,” ungkap Supartina.(pid)

Iklan: ayo ke kepahiang provinsi bengkulu



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.