Warga Sebut Penanganan Pascabencana di Tanjung Alam dan Air Hitam Belum Maksimal

November 26, 2019
Pimpinan DPRD

Ketua DPRD Windra Purnawan, SP didampingi Waka I Andrian Defandra, SE, M.Si dan Waka II Drs. H. Thobari Mu’ad, SH saat memimpin rapat audiensi dengan warga Desa Tanjung Alama dan Air Hitam

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Pemerintah Desa (Pemdes) beserta perwakilan warga Desa Tanjung Alam dan Air Hitam Kecamatan Ujan Mas menyebut penanganan pascabencana banjir yang dilakukan oleh Pemkab Kepahiang dan manajemen PLTA Musi belum maksimal. Mereka mengharapkan ada pemulihan kondisi yang lebih baik dan tak sekadar bantuan sembako yang dibagikan selama beberapa minggu usai bencana.

Datanglah banjir tanggal 26-27 Juli itu yang katakanlah menelan, kalau korban jiwa tidak ada pak, cuma (korban) harta (materi). Sampai hari ini pak, bantuan yang ada cuma sembako pak, Super Mie dan lain-lain. Bantuan (pemulihan) dari pemerintah daerah dan PLTA Musi belum ada,” ungkap Kepala Desa Tanjung Alam Feri Marzoni pada audiensi yang digelar di ruang rapat Banggar DPRD Kepahiang, Senin (25/11/2019).

Hal senada diungkapkan Kades Air Hitam Arpan Fauzi. Ia menjelaskan, proyek-proyek yang dilakukan oleh PLN tak memperhitungkan akan ada dampak buruk bagi Desa Tanjung Alam dan Air Hitam.

“Mereka tidak memantau bahwasanya di belakang perbukitan itu ada dua atau tiga desa yang terdampak dnegan pembangunan itu,” kata Arpan.

Kades Air Hitam Arpan

Kades Air Hitam Arpan Fauzi saat menyampaikan aspirasinya (Foto: Humas DPRD/PROGRES.ID)

Sementara itu, Ketua DPRD Kepahiang Windra Purnawan menegaskan akan menindaklanjuti permasalahan itu dengan meminta Sekretaris DPRD menjadwalkan pertemuan Pemkab Kepahiang, Pemprov Bengkulu dan manajemen PLN Dalkit Bengkulu atau manajemen PLTA Musi.

“Memerintahkan kepada Sekretaris DPRD untuk menjadwalkan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Kepahiang dalam hal ini Bupati Kepahiang, Direksi PLN atau pimpinan utama PLTA Musi yang ada di Kabupaten Kepahiang, serta desa-desa yang terdampak. Kita akan duduk bersama, mencari solusi terkait akibat terjadinya bencana alam di Desa Tanjung Alam dan Air Hitam uatamanya,” jelas Windra.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.