Sedang Mancing, 4 Warga Ini Temukan Mayat Mengapung di Danau Suro

Maret 9, 2019
Featured Peristiwa 0   2.4K views 0
temuan mayat

Jenazah yang ditemukan mengapung di Danau Suro dievakuasi (Foto: Istimewa/PROGRES.ID)

PROGRES.ID, KEPAHIANG – Warga di Desa Suro Ilir Kecamatan Ujan Mas mendadak heboh pada Sabtu (9/3/2019) sekira pukul 17.40 WIB. Pasalnya, empat orang warga setempat mendapati ada sesosok mayat mengapung di Danau Musi Indah (Danau Suro) yang belakangan diketahui merupakan warga Gang Bendungan, Kelurahan Talang Benih, Kabupaten Rejang Lebong.

Keempat warga yang menemukan itu adalah Zainal (40 Tahun), Arpen (37 Tahun), Robi (27 Tahun) dan Arianto (42 Tahun). Saat itu keempat warga tersebut sedang mencari ikan dengan rakit tradisional.

Saat ditemukan, jenazah Deni mengenakan kaos hitam kecoklatan dan celana dalam berwarna kehijauan dengan posisi tubuhnya telentang dan mengapung di Danau Suro. Mendapati itu, keempat warga tersebut kemudian melapor ke perangkat desa dan Polsek Ujan Mas.

Informasi yang cepat menyebar membuat lokasi danau menjadi ramai oleh masyarakat setempat yang ingin mengetahui langsung kabar penemuan mayat tersebut.

Anggota Polres Kepahiang dan Polsek Ujan Mas dengan dibantu warga setempat kemudian mengevakuasi jenazah Deni untuk diidentifikasi.

Kapolres Kepahiang AKBP Pahala Simanjuntak melalui Kasat Reskrim AKP Yusiady didampingi Kapolsek Ujan Mas Iptu Aswani menjelaskan mayat korban diidentifikasi dan divisum di RSUD Curup.

“Mayat korban Deni Saputra diketemukan pertama kalinya oleh 4 warga yang sedang mencari ikan di kawasan Danau Suro dengan menggunakan rakit. Kondisi pada saat ditemukan dalam keadaan telentang dan mengapung dengan mengenakan kaos hitam kecoklatan dan celana dalam warna kehijauan. Selanjutnya kita evakuasi dan dibawa ke RSUD Rejang Lebong untuk dilakukan visum,” jelas Yusiady via rilis resmi Polres Kepahiang.

Ia juga menuturkan, berdasarkan keterangan mertua korban, Darmas (63 Tahun), warga Jalan Air Sengak, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, ia terakhir kali bertemu dengan Deni pada Jumat (08/03/2019).

“Menurut keterangan mertua korban, dia terakhir bertemu hari Jumat sekira jam 10.00.  Waktu itu Deni Saputra hendak membuang pohon kelapa yang nyangkut di bendungan dekat rumah. Diperkirakan kedalaman air di bendungan menurut Darmas kurang lebih 1.5 Meter dengan arus yang tenang. Pihak keluarga korban baru menyadari korban telah tenggelam ketika melihat linggis yang masih ada di tempat korban mencoba membuang pohon kelapa, sedangkan korban sudah tidak ada lagi dan tidak pulang ke rumah semenjak kejadian itu,” jelas Yusiady.(pid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.