Kecamatan Kepahiang Catat Kasus Covid-19 Tertinggi, Seberang Musi Terendah

Oktober 22, 2021
Covid-19 0   196 views 0
Tajri Fauzan

Kepala Dinkes yang juga Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kepahiang, Tajri Fauzan, S.KM, M.Si (Foto: Riansa/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu mencatat Kecamatan Kepahiang sebagai kecamatan yang paling banyak terjadi kasus covid-19 sejak pandemi covid-19 melanda Kabupaten Kepahiang. Ibukota Kabupaten Kepahiang ini “menyumbang” 850 kasus sejak Maret 2020 hingga 21 Oktober 2021.

Sementara itu, Kecamatan Seberang Musi tercatat sebagai kecamatan dengan kasus penularan covid-19 terendah, yakni 41 kasus hingga 21 Oktober 2021.

“Kecamatan Kepahiang paling banyak. 850 kasus. Seberang Musi terendah, tercatat 41 kasus,” ungkap Tajri, Kamis (21/10/2021).

Ia mengatakan, dari 850 kasus itu, 822 kasus berhasil sembuh dan sisanya dinyatakan meninggal dunia. Setelah Kecamatan Kepahiang, Tajri menyebut Kecamatan Kabawetan menduduki posisi kedua dengan 268 kasus.

“Kabawetan terbanyak kasus berikutnya. 268 kasus. Tapi 3 orang meniggal dunia akibat covid-19 di Kabawetan,” katanya.

Di Kecamatan Ujan Mas terdapat 265 kasus dan kasus meninggal dunia 3 orang. Kecamatan Merigi mencapai 210 kasus. 205 kasus berkahir sembuh dan 5 kasus berakhir meninggal dunia. Di Kecamatan Tebat Karai terjadi 145 kasus hingga akhir Oktober 2021 ini, dan kasus meninggal dunia akibat covid-19 sebanyak 5 orang.

Kemudian, Kecamatan Bermani Ilir terjadi 109 kasus covid-19 dan 4 kasus dari 109 kasus tersebut berakhir meninggal dunia. Selanjutnya di Kecamatan Muara Kemumu terjadi 59 kasus positif covid-19 dan 2 kasus dari total tersebut berakhir meninggal dunia.

Tajri menuturkan, saat ini semua kecamatan di Kabupaten Kepahiang berstatus zona kuning. “Sekarang semua kecamatan, yaitu 8 kecamatan, semuanya zona kuning. Insya Allah jika jumlah penularan kian sedikit, maka semuanya akan kembali ke zona hijau,” tutur Tajri.

Ia mengatakan, semakin banyak warga yang menjalankan vaksinasi, maka semakin kecil kemungkinan penularan. Meski demikian, tetap harus dilakukan penerapan protokol kesehatan.

“Terbukti, semakin banyak yang vaksin, semakin kecil pula kasus yang terjadi di kabupaten kita ini. Meski begitu, kami ingatkan untuk tidak lupa pakai masker, membiasakan cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak,” pungkasnya.

 

Pewarta: Mukhtar Amin

 

Iklan: ayo ke kepahiang provinsi bengkulu



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.