Alur Usul Pinjaman ke PT SMI Panjang, Ini yang Harus Dilengkapi

Juni 10, 2018
Birokrasi Ekonomi Featured 0   189 views 0
rica dennis

Rica Dennis, S.Si, M.Si | Foto: Dok. PROGRES KEPAHIANG

PROGRESKEPAHIANG.com – Alur untuk mengajukan pinjaman ke BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) cukup panjang dan belum tentu selesai dalam 2018. Demikian diungkapkan anggota DPRD Kepahiang Rica Dennis, Sabtu (10/06/2018).

“Belum tentu tuntas dalam waktu singkat, karena alurnya cukup panjang. Pertama yang harus dilakukan adalah melakukan studi kelaikan atas usulan proyek yang akan dibiayai yang didasarkan atas Standar Biaya Umum (SBU) terakhir. Kedua, menyiapkan Detail Engineering Design (DED) proyek infrastruktur yang akan dibiayai,” jelas Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Kepahiang ini.

Selanjutnya, kata Rica, Pemkab Kepahiang harus mereview Rencana Pembangunan Jangka Mengenah Daerah (RPJMD) yang masih berlaku agar sekurang-kurangnya memuat informasi bahwa proyek yang diusulkan telah masuk dalam program prioritas pembangunan daerah.

“Keempat, mengajukan persetujuan kepada DPRD untuk melakukan pinjaman dan pengembalian pinjaman melalui APBD. Kelima, mengajukan pertimbangan dan rekomendasi dari Kemendagri. Terakhir atau keenam mengajukan Surat Permohonan Pinjaman kepada PT SMI yang dilampiri dengan persyaratan yang sudah disiapkan tadi ditambah dengan Formulir Inisiasi Pinjaman Daerah (format dari PT SMI). Kemudian menyerahkan APBD tahun berjalan. Kemudian, menyerahkan Rencana Kerja Pinjaman Daerah (format dari PT SMI), Menyerahkan Nota Perencanaan (format dari PT SMI), Menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas laporan keuangan daerah (beserta catatan/penjelasan atas LHP) selama 5 tahun terakhir dengan 3  tahun terakhir mendapatkan opini minimal Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK. Jadi perjalan untuk m

endapatkan pinjaman dari PT SMI ini masih sangat panjang,” paparnya.

Rica mengingatkan, sebelum mengajukan pinjaman Rp 100 Miliar ke PT SMI, Pemkab Kepahiang harus mempertimbangkan dan mempelajari sektor-sektor yang dapat dibiayai oleh PT SMI, seperti jalan tol dan jembatan, transportasi, minyak dan gas, telekomunikasi, pengolahan limbah, kelistrikan, irigasi, air minum, infrastruktur sosial, efisiensi energi, rolling stock kereta api. Infrastruktur sosial meliputi, RSUD, infrastruktur pemasyarakatan, infrastruktur pendidikan, infrastruktur kawasan, pasar dan Infrastruktur pariwisata.

“Jadi tidak boleh keluar dari yang sudah ditentukan,” jabarnya.

Menurut Rica, Fasilitas Pinjaman Daerah bermanfaat untuk percepatan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, percepatan pencapaian target program pembangunan daerah, percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, alternatif pembiayaan bagi Daerah selain APBD (multiyears contract), efisiensi dalam proses pengadaan (dilakukan satu kali). Efisiensi transfer pusat ke daerah serta efisiensi DAK infrastruktur.

“Pinjaman ini memang banyak manfaat, namun alurnya panjang dan tim Pemkab Kepahiang yang mengajukan ini harus cermat,” tandasnya.(koe)



Promosi BKD kepahiang
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.