Banjir di Desa Air Pesi, 2 Jembatan Nyaris Ambruk, Rumah Warga dan Sawah Terendam

November 9, 2018
Featured Lingkungan Peristiwa 0   195 views 0
Banjir Air Pesi

Banjir di Desa Air Pesi (Foto: Dok. Pemdes Air Pesi/PROGRES.ID)

PROGRES.ID, KEPAHIANG –    Setidaknya 8 unit rumah warga di Desa Air Pesi Kecamatan Seberang Musi terendam banjir setinggi 50 cm sejak Kamis (8/11/2018) malam. Tak hanya itu, luapan Sungai Tertik mengakibatkan 2 jembatan nyaris ambruk serta 1 hektar sawah dan 1 hektar kebun cabai milik warga juga ikut terendam. Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir ini, namun kerugian ditaksir hingga ratusan juta Rupiah. Ini akibat hujan yang terus  mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Kepahiang sejak beberapa waktu terakhir.

Kepala Desa Air Pesi, Jonson mengatakan sudah melaporkan perihal ini kepada pemerintah daerah. Ia juga mengatakan kepolisian dari Polsek Kepahiang telah meninjau lokasi banjir.

“Pihak kepolisian sudah meninjau ke desa kami dan kami berharap pemerintah bisa segera menindaklanjuti masalah ini, terlebih jembatan yang terkena dampak adalah penghubung antardesa,” ujar Jonson, Jumat (09/11/2018).

jembatan air pesi

Tampak pondasi jembatan penghubung tergerus air sungai akibat derasnya aliran air saat hujan (Foto: Dok. Pemdes Air Pesi)

Terpisah, Camat Kecamatan Seberang Musi, Zaidan Jauhari menjelaskan, perlu ada penanganan pascabanjir untuk keselamatan warga.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tapi perlu ada penanganan jangka panjang seperti pembangunan pelapis tebing sungai,” jelas Zaidan.

Jembatan yang nyaris ambruk, lanjut Zaidan, sebelumnya dibangun dengan menggunakan DD tahun 2018. Kondisinya, pondasi jembatan sudah tergantung akibat gerusan arus air.  Jembatan lainnya sudah mengalami keretakan.

Ia mengatakan, tanaman di kebun warga diperkirakan akan gagal panen  akibat banjir tersebut.

“Kebun cabai dan sawah warga itu baru kisaran umur tanam 1 bulan, jadi sulit untuk menghasilkan panen yang maksimal akibat musibah ini. Kami harap OPD terkait segera ke lapangan dan bisa mengambil tindakan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, rumah warga yang terendam banjir adalah milik Arma (60 Tahun), Yik (35 Tahun), Hendra (36 Tahun), Yasman (36 Tahun), Doni (30 Tahun), Fezi (22 Tahun), Dul (22 Tahun), dan Pon (29 Tahun). Sedangkan untuk kebun cabai adalah milik Sugimin dan Doni, sawah 1 hektar milik Asum, Sabra, guranto dan Gunanto.(koe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.