Boleh Resepsi Nikah, Tapi Patuhi Prokes dan Tidak Boleh Ada Prasmanan

Mei 17, 2021
Pesa pernikahan

Tim dari Satuan Tugas Covid-19 Kepahiang memberikan imbauan kepada warga dan pemilik hajatan agar selalu menerapkan protokol kesehatan (Foto: Rian/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Berdasarkan Surat Edaran Bupati Kepahiang Nomor 440/0326/SE/BPBD-KPH/2021, pesta pernikahan atau resepsi pernikahan masih diperbolehkan. Namun, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menekankan beberapa poin untuk dipatuhi untuk menyelenggarakan acara resepsi.

Pada poin pertama terkait resepsi ini, dijelaskan agar calon mempelai dan orang tua kedua belah pihak wajib melakukan tes swab antigen dengan hasil non reaktif.

Kedua, tidak menyediakan makanan dengan prasmanan, baik untuk tamu biasa maupun VIP. Ketiga, mengatur sirkulasi tamu ke ruang acara agar tidak melebihi 50 Persen dari kapasitas ruang acara. Keempat, mengatur jarak minimal satu meter saat ucapan selamat kepada pengantin, antrean saat mengisi daftar tamu dan saat mengambil makanan.

Kelima, meniadakan kegiatan malam, seperti lomba domino, kartu remi, hiburan musik dan lainnya. Keenam, waktu resepsi dibatasi hanya sampai pukul 15.00 WIB. Tujuh, untuk organ tunggal diminta membatasi volume pengeras suara. Delapan, Tim penegak protokol kesehatan diminta aktif mengawasi kegiatan keramaian. Sembilan, resepsi pernikahan harus mendapat rekomendasi camat selaku Ketua Satgas Covid-19 tingkat kecamatan.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepahiang, Tajri Fauzan berujar, aturan yang dibuat adalah demi kebaikan dan untuk menekan angka konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Kepahiang.

“Aturan ini dibuat demi kebaikan kita bersama, agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” ujar Tajri, Sabtu (15/05/2021).

Menurutnya, dengan mematuhi protokol kesehatan 3M, maka kita sudah membantu menekan penularan sekaligus menjaga kesehatan diri sendiri.

“Prokes 3M, memakai masker, membiasakan cuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak adalah adaptasi kebiasaan baru yang tujuannya menjaga kesehatan diri kita sendiri, sekaligus memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Kepahiang yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepahiang Hidayattullah Sjahid mengimbau masyarakat, agar tidak mudah mempercayai berita hoax yang menyebut Covid-19 adalah konspirasi. Ia meminta masyarakat lebih cerdas menyaring atau memilah berita yang masuk via media sosial.

“Patuhi terus prokes dan jangan mudah percaya berita-berita hoax yang menyebut Covid ini konspirasi,” imbaunya.(pid)

Banner BKD Kepahiang



One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.