Corona Memang Harus Diwaspadai, Tapi Ingat DBD Lebih Mematikan, Kini Sudah 96 Kasus

Mei 5, 2020
Tajri Fauzan

Kadinkes Kepahiang H. Tajri Fauzan, S.KM, M.Kes saat memberikan penjelasan terkait DBD dan Covid-19 kepada jurnalis di ruang kerjanya (Foto: Amin/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memang merupakan virus berbahaya dan penyebarannya cukup mudah. Namun, sejauh ini tingkat kematian karena Covid-19 hanya 1,3 Persen (Tirto.id, 9 April 2020).

SARS-Cov 2 memang berbahaya, tetapi tingkat mematikannya tidak seberapa dibanding Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan, orang yang sembuh dari corona sangat banyak. Yang meninggal karena corona pun mayoritas karena faktor penyakit penyerta, lelah dan panik. Jika imunitas kita tinggi, maka kita bahkan tak akan menyadari virus itu ada di tubuh kita.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dirilis 11 Maret 2020, DBD sudah menginfeksi 17.820 warga dan membunuh 104 orang sepanjang Januari-Maret. Dilansir dari Vivanews.com, jangkauan DBD lebih luas, meliputi 370 kabupaten/kota di 28 provinsi, dengan jumlah kasus terbanyak di empat provinsi: Lampung 3.423 kasus, NTT 2.711 kasus, Jawa Timur 1.761 kasus, dan Jawa Barat 1.420 kasus. Kasus DBD bahkan terjadi setiap tahun dan telah berlangsung hingga puluhan tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kepahiang, H. Tajri Fauzan berujar, di Kabupaten Kepahiang hingga April 2020, Dinkes mencatat sudah 96 kasus DBD.

“Tinggian demam berdarah (Dibanding Corona). Hingga April kira-kira 96 kasus,” kata Tajri saat diwawancarai jurnalis di ruang kerjanya, Selasa (05/05/2020).

Menurut Tajri, jumlah tersebut menurun jika dibandingkan triwulan pertama tahun 2019. “Ada penurunan jika dibanding tahun lalu, yang berbeda tahun ini kita berada di tengah pandemi corona,” terangnya.

Jika melihat prediksi epedemiologi, lanjut Tajri, akan ada kenaikan jumlah kasus DBD di Kepahiang. Namun, berkat sudah adanya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan, angka itu dapat berkurang.

“Kalau lihat epidemiologinya, akan ada ledakan tahun ini, tapi itu bisa ditekan karena adanya kesadaran masyarakat juga,” tambahnya.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.