Dari 344 Perkara, Satreskrim Polres Kepahiang Tangani 294 Kasus, Apa Saja Perkara yang Menonjol?

Desember 11, 2018
Featured 0   205 views 0
Kapolres Kepahiang
Kapolres Kepahiang AKBP Pahala Simanjuntak Saat memberi arahan (Foto: Dok: Polres Kepahiang/PROGRES.ID)

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Sebanyak 344 perkara tindak pidana kriminal atau Crime Total (CT) setidaknya tercatat dilaporkan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Kepahiang hingga 10 Desember 2018. Dari jumlah itu, Satreskrim mampu menangani sebanyak 295 perkara atau Crime Clereance (CC). 

Kasus tertinggi dari jumlah tersebut adalah perkara tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) yang berjumlah 65 kasus dengan penyelesaian sebanyak 53 kasus.

Kapolres Kepahiang AKBP Pahala Simanjuntak melalui Kasat Reskrim AKP Yusiady mengungkapkan, perkara pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berada pada posisi kedua, yakni tercatat 45 perkara dengan penyelesaian sebanyak 13 perkara. Kemudian disusul perkara penganiayaan sebanyak 37 perkara, dan yang dapat diselesaikan semuanya. Selanjutnya, perkara perlindungan anak tercatat sebanyak 35 perkara yang juga dapat diselesaikan total. Kemudian kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 21 kasus yang juga dapat dituntaskan secara keseluruhan.

“Hingga saat ini    kami masih menangani beberapa kasus dengan  target dapat diselesaikan. Kasusnya seperti  curat dan curanmor, dan beberapa pelakunya masih dalam penelusuran,” jelas Yusiady.

Yusiady juga mengungkapkan, kasus tindak pidana asusila sepanjang tahun 2018 ini cukup rendah, yakni hanya sebanyak 7 perkara, yang terdiri dari kasus pencabulan dan 2 perkara perzinahan. Dari 7 perkara pencabulan, hanya satu yang belum tuntas, namun sudah masuk tahap P19.

Waktu peristiwa perkara banyak terjadi pada bulan Februari, yakni sebanyak 50 perkara. Mayoritas didominasi perkara curat sebanyak 11 perkara, penganiayaan 9 perkara, perlindungan anak 7 perkara, dan kasus kriminal lainnya.

“Bulan Desember ini kami menangani 12 perkara, yaitu Curat 3 perkara, perjudian 2 perkara, penganiayaan 2 perkara, pengeroyokan 2 perkara, curanmor 2 perkara, dan 1 lagi adalah perkara KDRT,” pungkas Yusiady.(pid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.