Tausiyah Ketua MUI di Acara Buka Bersama Bupati Kepahiang: Jangan Putus Asa Berdoa

Mei 20, 2019
Berita Utama Humaniora 0   351 views 0
Bupati Hidayat sambutan

Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayattullah Sjahid, MM, IPU saat menyampaikan sambutan pada acara berbuka puasa bersama di rumah dinas bupati, Minggu (19/05/2019).

KEPAHIANG, PROGRES.ID – Dai kondang Kabupaten Kepahiang yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kepahiang Ustadz Rabiul Jayan bercerita tentang para nabi utusan Allah tak lelah berdoa meski Allah SWT tak langsung mengabulkan doa tersebut.

Cerita ini ia sampaikan dalam tausiyahnya menjelang berbuka bersama di halaman Rumah Dinas Bupati Kepahiang, Minggu (19/05/2019) yang dihadiri ratusan jamaah.

“Rasulullah SAW memohon dan berdoa kepada Allah agar tidak dibimbangkan dengan kiblat (Arah Salat). Tapi Allah SWT tidak langsung mengabulkan doa Rasulullah, butuh beberapa tahun setelah doa Nabi Muhammad SAW itu, baru Allah turunkan wahyu bahwa arah kiblat adalah Masjidil Haram,” ujarnya.

Sebelumnya, Rabiul Jayan menjelaskan, jika arah salat pertama mengarah ke Masjid Al-Aqsha (Baitul Maqdis) yang berada di Yerusalem (Palestina), kiblat kedua mengarah ke Ka’bah atau Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi.

Tak hanya itu, nabi utusan Allah lainnya bahkan butuh waktu lebih lama agar doanya dikabulkan Allah SWT. Nabi tersebut adalah Ibrahim AS dan Ismail AS.

“Mereka berdoa agar Allah menurunkan nabi yang mampu menyatukan umat, nabi yang membawa pesan kedamaian. Namun Allah SWT baru mengabulkan doa dua nabi itu setelah 70 generasi kemudian,” terangnya.

Dari dua cerita itu, Rabiul Jayan mengingatkan agar umat Islam tidak putus asa dalam berdoa dan memanjatkan doa dengan sungguh-sungguh.

Beri Bantuan Panti Asuhan

Sebelum berbuka puasa dilaksanakan, Bupati Kepahiang Hidayattullah Sjahid memberikan bantuan kepada Panti Asuhan Al Kahfi Desa Weskust. Anak-anak panti asuhan itu juga hadir pada acara berbuka puasa bersama sore tersebut.

Pantauan Progres Kepahiang, jemaah yang hadir pada acara tersebut cukup banyak dan berasal dari sejumlah kalangan, mulai dari kalangan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Kepala OPD dan pejabat Pemkab Kepahiang, ASN Pemkab Kepahiang, perangkat desa, pemuka agama, pelajar dan lainnya.(pid)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.